ABG Viral Ngaku Keluarga Jenderal Saat Razia Masker di Ciputat Diamankan!

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 15:52 WIB
Puluhan kendaraan berpelat nomor luar Bandung Raya diputar balik di pos penyekatan Cileunyi. Hal itu dilakukan karena saat ini  Bandung terapkan PPKM Darurat.
Ilustrasi Penyekatan PPKM Darurat (Wisma Putra/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi menyikapi serius perihal beredarnya video seorang remaja yang mengaku memiliki keluarga jenderal di Mabes Polri ketika dirazia masker di Ciputat, Tangerang Selatan. Remaja tersebut kini diamankan polisi.

"Sudah diamankan siang ini orangnya pukul 14.00 WIB di Ciputat," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra kepada detikcom, Rabu (7/7/2021).

Angga belum memerinci lebih jauh perihal status hukum dari remaja tersebut. Dia menyebut saat ini remaja itu tengah dimintai keterangan di Polres Tangsel.

"Sementara itu dulu. Yang jelas sudah diamankan orangnya," ujar Angga.

Viral di Medsos

Pengakuan remaja tersebut memang viral di media sosial. Saat tengah ditindak Satpol PP karena tidak menggunakan masker, remaja itu justru mengaku memiliki keluarga jenderal bintang dua.

"Bintang dua, Korlantas," ujar remaja tersebut dari video yang dilihat detikcom, Selasa (6/7).

"Iya saya tahu. Nih saya di TNI nih," ujar salah seorang anggota TNI menanggapi pernyataan remaja tersebut.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono telah angkat suara. Dia pun membantah remaja itu merupakan saudara pejabat di Korlantas.

"Nggak ada (saudara pejabat di Korlantas). Ngaku-ngaku aja. Melanggar ya harus ditindak," ujar Istiono saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/7).

Tak Ada Beking

Senada dengan Istiono, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan petugas di pos PPKM darurat tidak peduli siapa beking setiap pelanggar. Rusdi menyebut tindakan tegas tetap diberikan kepada pelanggar sekalipun dia mengaku sebagai saudara jenderal.

Selain itu, Rusdi memastikan petugas akan bertindak secara tegas dalam menegakkan aturan selama masa PPKM darurat. Diketahui, PPKM darurat diberlakukan pemerintah sejak 3 Juli 2021 imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 yang terjadi.

"Petugas akan tegas dalam menegakkan aturan dalam PPKM darurat di lapangan," kata Rusdi saat dihubungi terpisah.

(ygs/mea)