e-Life

Urgensi Doping Vitamin Bagi Kontak Erat dan Positif COVID-19

dtv - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 06:53 WIB
Jakarta -

Asupan vitamin dan suplemen tambahan tidak hanya berguna untuk meningkatkan daya tubuh bagi mereka yang sehat, namun juga dapat membantu mempercepat penyembuhan bagi penderita COVID-19. Selain itu, bagi yang harus melakukan kontak erat dengan penderita COVID-19, memilih dan mengonsumsi vitamin dan suplemen yang sesuai juga harus diperhatikan.

Pada dasarnya, dari sisi vitamin, yang diperlukan oleh tubuh adalah vitamin C, D, serta kebutuhan akan zinc. Tambahannya adalah vitamin A, B kompleks, vitamin E, selenium, probiotik, dan omega 3.

Akan tetapi, jika seseorang mengalami kekurangan vitamin, adanya vitamin dan suplemen tambahan dapat membantu.Adapun pemenuhan kebutuhan vitamin yang paling utama adalah dari makanan sehari-hari yang bergizi seimbang, sehingga konsumsi vitamin dan suplemen tambahan tidak bersifat terlalu wajib.

Hanya saja, di era pandemi seperti ini, risiko terpapar virus meningkat berkali-kali lipat. Oleh karena itu, apabila tubuh di rasa sehat, tetap disarankan untuk konsumsi suplemen. Terutama bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan penderita COVID-19.

"Untuk yang kontak erat, saran saya tetap boleh konsumsi suplemen. Tapi nggak usah jangka panjang juga. Paling hanya selama isolasi saja. Atau dilebihkan, maksimal satu bulan pun nggak masalah," kata Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, Sp.GK di acara e-Life detikcom.

Bagi penderita COVID-19, dr. Raissa kembali menekankan pentingnya pemenuhan vitamin A, B, C, D, E, serta zinc, selenium, omega 3, dan probiotik. Hal ini ia kutip dari jurnal Nutrients (2020) yang dikeluarkan pada Desember 2020.

Zinc memiliki sifat antioksidan dan bisa menghambat replikasi dari virus. Sedangkan selenium bisa menghambat dari reseptor tempat virus yang menempel di tubuh. Vitamin B kompleks dan omega 3 memiliki fungsi sebagai anti inflamasi. Lalu vitamin E bersifat antioksidan. Probiotik berperan baik untuk sistem pencernaan, di mana sistem imun paling banyak terdapat di saluran cerna. Kebutuhan akan vitamin C dan D juga sudah umum digunakan sebagai terapi untuk COVID-19.

Bagaimanapun, adanya dukungan dari vitamin dan suplemen tambahan tidak kemudian dapat menjadi obat pagi penyakit yang diderita, tak terkecuali COVID-19. Vitamin hanya bersifat mempercepat penyembuhan.

"Untuk menyembuhkan itu belum bisa. Tapi mempercepat penyembuhan, itu bisa. Dari beberapa literatur yang saya baca, vitamin-vitamin ini bisa mempercepat penyembuhannya. Tapi sebagai obat utama, itu belum bisa hingga saat ini," kata dr. Raissa.

(gah/gah)