Penumpang KA Masih Banyak yang Nekat Duduk di Atap Gerbong
Rabu, 22 Mar 2006 10:38 WIB
Jakarta - Musibah ambrolnya atap kereta api dan putusnya kabel KRL ternyata tidak membuat jera para penumpang kereta api yang senang bertengger di atap gerbong. Meski ada razia, tidak sedikit penumpang yang masih nekat duduk-duduk di sana.Dari pantauan detikcom sebetulnya jumlah mereka sudah agak berkurang dibanding sebelum razia intensif yang dilakukan petugas PT Kereta Api (KA), terutama di jam-jam rawan. Untuk KRL-KRL yang melaju ke arah Bogor atau Jakarta sebelum pukul 07.30 WIB, Rabu (22/3/2006), lebih dari sepuluh penumpang masih ada yang dijumpai nongkrong di atap gerbong. Seperti yang terlihat di atap kereta yang mengarah ke Jakarta.Namun jumlah mereka sedikit berkurang ketika kereta memasuki Stasiun Manggarai. Kebanyakan mereka turun di Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Tebet.Di sepanjang stasiun menuju Stasiun Manggarai, sebetulnya petugas PT KA terus mengingatkan mereka agar turun dari atap dam bergabung dengan penumpang lain yang berada di dalam gerbong. Petugas tidak henti-hentinya meneriakkan agar penumpang turun.Sebagian penumpang yang malu karena menjadi pusat perhatian penumpang lain memilih turun. Tapi banyak pula yang masih nekat bertahan. Biasanya mereka mencoba mengelabui petugas dengan pura-pura turun, padahal masih bergelantungan di jendela. Setelah kereta mulai bergerak lagi, secepat kilat mereka meloncat kembali ke atap gerbong.Di Stasiun Manggarai, petugas tidak hanya mengimbau. Mereka juga mengancam tidak akan menjalankan kereta jika penumpang tidak mau turun dari atap. Diancam begitu, mereka langsung berloncatan ke bawah.Kondisi serupa tidak hanya terjadi di jam-jam sibuk pagi hari, tapi juga sore hari. Biasanya penumpang yang bandel makin banyak duduk di atap gerbong setelah pukul 18.00 WIB ke atas.Petugas di Stasiun Depok Baru yang enggan disebutkan namanya, menegaskan, pihaknya tidak bosan meneriakkan imbauan kepada penumpang, meski masih banyak yang bandel. Namun dia mengaku tidak bisa mengancam tidak akan memberangkatkan kereta jika penumpang masih nekat.Sebab tidak semua stasiun memiliki sistem persinyalan. Hanya Stasiun Depok Lama, Pasar Minggu dan Manggarai saja yang punya.
(umi/)











































