PNS Pemkot Jadi Buronan Polisi

PNS Pemkot Jadi Buronan Polisi

- detikNews
Rabu, 22 Mar 2006 09:17 WIB
Pekanbaru - Salah seorang pegawai negeri sipil di jajaran pemerintah kota (pemkot) Pekanbaru Daniel A menjadi buronan kepolisian. Ini terkait aksi penipuan gaya baru yang dilakukannya terhadap masyarakat atau pihak leasing kendaraan bermotor PT FIF. Dalam modusnya, Daniel ini menggunakan puluhan tenaga kerja untuk menyebarkan brosur adanya program pemkot dalam membantu biaya pembelian kendaraan roda dua yang lebih murah ketimbang harga dealer. Karena ini dianggap program pemkot, warga pun tergiur dengan penawaran itu. Program itu menawarkan 260 unit kendaraan roda dua untuk daerah Pekanbaru. Kendaraan yang ditawarkan yakni Honda Supra Fit yang harga bersihnya hanya Rp 12 juta. Artinya, penawaran ini lebih murah Rp 2 juta dari harga dealer.Kepada konsumen yang membeli kontan, Daniel tidak bisa menjanjikan tenggang waktu yang begitu cepat untuk memberikan BPKB sebagai hak milik. Namun dia menjanjikan surat bukti kendaraan bisa dimiliki konsumennya setelah satu tahun.Setelah meraup uang kontan dari konsumennya, ternyata Honda yang diberikan tersebut oleh Daniel, Honda itu dikredit melalui FIF. Dengan uang muka hanya Rp 1,5 juta. Aksi ini berjalan selama 1-2 bulan ini. Kasus penipuan ini terbongkar ketika FIF akan menagih jatuh tempo pada bulan ini atas 260 kendaraan tadi, Daniel dan keluarganya tidak berada di Pekanbaru.Menurut Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Edi Fariyadi kepada detikcom, Rabu (22/3/2006), surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan dan Daniel masuk daftar pencarian orang (DPO). Pihak kepolisian dalam dua hari berturut-turut melihat rumah Daniel di wilayah Pangkerang, Pekanbaru ternyata selalu dalam keadaan kosong.Ditambahkan Edi, konsumen merasa sudah membeli kontan, namun BPKB masih di pihak leasing maka solusinya, Daniel harus ditangkap terlebih dulu. "Tim sudah ke lapangan tapi Daniel diperkirakan masih berada di Riau," tandas Edi. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads