Viral Pria Tolak Penutupan Masjid, MUI Minta Warga Tahan Diri

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 08:30 WIB
gedung MUI
Gedung MUI (Grandyos Zafna/detikcom)
Situbondo -

Seorang pria di Situbondo, Jawa Timur, menolak penutupan masjid di kala PPKM darurat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpesan agar warga menahan diri.

"Dalam suasana darurat COVID yang luar biasa di Tanah Air kita wabilkhusus di pulau Jawa dan Bali, maka mari sama-sama kita menahan diri, sama-sama kita berusaha menghindarkan dari mudarat yang lebih besar. Kita menahan diri selama dua pekan ini selama PPKM ini," tutur Wakil Sekjen MUI, Ziyad, kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Ia berdoa semoga Allah SWT memberikan pertolongan dan melindungi rakyat Indonesia dari virus Corona. Menurutnya, PPKM darurat merupakan salah satu usaha untuk meminimalkan penyebaran wabah.

"Inilah ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan didukung oleh Majelis Ulama Indonesia dalam rangka mengurangi dan menekan laju pasien COVID yang luar biasa ini. Jadi mari kita sama-sama untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan, menyejukkan," terang Ziyad.

"Mudah-mudahan kita dengan sabar, taat dalam mengikuti proses ini mudah-mudahan pandemi COVID bisa segera berlalu dan segera sirna dari bumi Indonesia kita cintai ini," tuturnya.

Sebuah video seorang pria menolak penutupan masjid selama PPKM Darurat di Situbondo viral. Penolakan dilakukan karena masjid dinilai tak berkontribusi dalam penyebaran COVID-19.

Dalam tayangan berdurasi 52 detik itu, tampak seorang pria bersarung dan berkopiah berdiri membacakan pernyataan sikap. Ucapan pria tersebut diikuti 4 orang lainnya. Salah satunya, perempuan.

"Kami umat Islam Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, menyatakan menolak dan menentang surat Sekda Kabupaten Situbondo tertanggal 2 Juli 2021, khususnya angka 4 yang menyatakan penutupan masjid. Apabila Sekda Kabupaten Situbondo tetap melakukan penutupan masjid, kami nyatakan siap perang," ujar pria tersebut dalam video.

Belakangan diketahui, pria yang viral tersebut adalah Muhammad Khalil, warga Desa/Kecamatan Mangaran, Situbondo. Disebut-sebut, ia juga merupakan pengacara setempat.

Diklarifikasi Polisi

Pria yang viral tersebut telah mendatangi kantor polisi dan memberikan klarifikasi. Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agus Widodo mengatakan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dilakukan untuk mendalami tujuan dan motivasi pembuatan video tersebut.

"Dalam klarifikasinya itu, kami juga sudah mendengarkan alasan-alasan yang bersangkutan membuat video tersebut. Dia bilang karena spontanitas saja. Intinya, kenapa berjemaah di masjid saja kok nggak boleh?" papar Agus.

Lihat juga Video: Polri Siap Beri Edukasi Masjid Kecil Soal Aturan Idul Adha PPKM Darurat

[Gambas:Video 20detik]



(isa/fjp)