Airlangga Ajak Kader Muda Golkar Buat Terobosan Kebijakan Era Pandemi

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 17:20 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Golkar
Jakarta -

Ketua Dewan Pembina Golkar Institute Airlangga Hartarto mengajak kader Golkar yang menjadi pemimpin di daerah dan termasuk kader muda embuat terobosan kebijakan di era yang sulit seperti pandemi saat ini. Hal itu diungkapkannya saat membuka Executive Education Program for Young Political Leaders Batch 2 yang digelar oleh Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Golkar Institute.

"Kita berharap program pendidikan yang political leader ini selalu diikuti oleh kader-kader muda terutama untuk menangani kebijakan di era yang sangat sulit, yang membutuhkan extraordinary step dan ini tidak ada satu pun negara yang berpengalaman menangani pandemi COVID-19," ujarnya dalam pembukaan secara virtual, Senin (5/7/2021).

Hal itu berkaca dari penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan Indonesia selama satu setengah tahun terakhir maupun dari negara lain. Misalnya target vaksinasi 3 juta orang yang dicanangkan pemerintah pada bulan Oktober mendatang. Ia juga mengatakan pentingnya kebijakan vaksinasi dan harus didukung oleh kader Golkar.

"Tugas dari Partai Golkar dan kadernya adalah yang menjabat ketua DPRD di daerah, maupun sebagai wali kota ataupun gubernur harus mendorong pusat, dan kita satu langkah, kita satu upaya agar bangsa ini selamat dari pandemi COVID-19. Dan ada pemulihan nasional yang akan menekan angka kemiskinan, kita berharap angka kemiskinan tetap berharap di single digit dan berikutnya adalah penciptaan lapangan kerja dari skenario yang ada," jelas Airlangga.

Lebih lanjut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut menyebut pemerintah mengimbau agar masyarakat terus melakukan protokol kesehatan hingga mengikuti vaksinasi sampai tercipta herd immunity. Barulah saat itu kader Golkar bisa menciptakan terobosan kebijakan selanjutnya.

"Program yang dilakukan secara daring ini menjadi satu momentum, satu langkah, dan untuk mencari satu langkah terobosan agar kita keluar dari pandemi, dan saat itu kita bisa menciptakan kebijakan selanjutnya," pungkasnya.

Executive Education Program for Young Political Leaders Batch 2 diikuti dari 33 peserta yang telah diseleksi dari 140-an pendaftar. Para kader tersebut akan mengikuti berbagai workshop selama enam hari dengan tema geopolitik, pembuatan kebijakan publik, hingga geopolitik.

(prf/ega)