Menkes Paparkan Peta Produksi Oksigen di Tengah Krisis COVID

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 12:11 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan peta produksi oksigen Indonesia di tengah pandemi virus Corona. Menkes Budi Gunadi menyebut wilayah Jawa Tengah paling sedikit produksi oksigen di Tanah Air.

Mulanya Menkes Budi Gunadi menjelaskan bahwa produksi oksigen di Indonesia sebelumnya lebih banyak digunakan untuk industri. Sedangkan untuk sektor kesehatan hanya 25%.

"Kapasitas produksi oksigen nasional ada 866 ribu ton per tahun, tapi semua pabrik itu sekarang utilitasnya 75%, jadi yang riil diproduksi diproduksi setiap tahun adalah 640 ribu ton. Dari itu, 75% dipakai untuk oksigen industri seperti industri baja, nikel, smelter, kemudian juga koper smelter, itu 458 ribu. Yang medis hanya 25% 181 ribu ton per tahun," kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin (5/7/2021).

Namun, saat ini produksi oksigen 90% telah dialihkan untuk sektor medis di tengah krisis oksigen. Menkes Budi Gunadi mengatakan wilayah Jawa Tengah memang produksinya sedikit di antara daerah lainnya.

"Kita memang menyadari ada isu dari sisi distribusi, karena memang Jawa Tengah paling sedikit produksi oksigennya, banyaknya ada di Jawa Barat, Jawa Timur. Jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana," ujarnya.

Menkes Budi Gunadi mengatakan saat ini distribusi oksigen lebih banyak menggunakan tabung karena bertambahnya kamar-kamar darurat untuk pasien COVID-19. Langkah selanjutnya yang diambil untuk solusi oksigen adalah melakukan impor tabung oksigen.

"Karena formatnya rumah sakit banyak menggunakan tabung, karena tambahan kamar-kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen yang sifatnya liquid, sehingga kita melihat ada sedikit isu distribusi yang tadinya kita kirim truk besar langsung masukan ke tangki besar liquid untuk didistribusikan ke jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dengan tabung," ucap Menkes.

"Sehingga kita juga dengan Menteri Perindustrian sudah berkoordinasi untuk impor tabung yang 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit," imbuhnya.

(rfs/gbr)