Anggota DPR: PPKM Darurat Tak Maksimal Bila Perjalanan LN Tak Ditutup

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 08:13 WIB
Bandara Soekarno-Hatta mulai ramai didatangi penumpang menjelang libur Natal dan tahun baru. Beberapa penumpang datang untuk melakukan perjalanan ke luar negeri
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR menyoroti penyekatan yang dilakukan kepolisian selama PPKM darurat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irwan menyebut hal terpenting yang perlu dilakukan pemerintah adalah menutup pintu masuk perjalanan internasional.

Mulanya, Irwan mendukung penyekatan di sejumlah titik di Jadetabek. Penyekatan ini, terang Irwan, perlu disertai sosialisasi yang masif.

"Kalau saya sih sepakat ya dengan upaya penyekatan yang dilakukan oleh kepolisian baik jalan-jalan strategis di dalam kota Jakarta maupun di perbatasan masuk dan keluar Jakarta," jelas Irwan.

Kemudian, ia menyoroti satu hal yang perlu dilakukan pemerintah pusat. Yakni, pintu masuk perjalanan internasional. Pasalnya, sejumlah varian baru virus Corona berasal dari luar negeri, seperti India, Inggris, dan Afrika Selatan.

"Yang terpenting juga adalah menutup pintu masuk perjalanan internasional baik di darat, laut, terlebih lagi udara," jelas Irwan.

Menurutnya, PPKM darurat tidak akan maksimal bila yang dibatasi hanya pergerakan warga dalam negeri. "PPKM Darurat saya pikir nggak akan maksimal jika yang dibatasi hanya masyarakat yang sudah berdiam di Jawa dan Bali tetapi yang masuk tiap harinya dari luar negeri tidak pernah disetop. Ingat, virus ini bukan virus endemik, tapi virus yang datang dari luar," terang Irwan.

Wakil Ketua Komisi V DPR Arwani Thomafi menyebut pentingnya sosialisasi penyekatan agar tak terjadi kerumunan. Evaluasi mengenai lanjut atau tidaknya penyekatan ini sangat diperlukan.

"Setiap kebijakan tentu harus ada evaluasi. Begitu juga dengan kebijakan PPKM darurat ini yang di dalamnya terdapat kebijakan penyekatan. Apakah kebijakan tersebut dilanjutkan atau tidak kembali kepada bagaimana hasil evaluasi di lapangan," terang Arwani.

Diketahui, terdapat 63 titik yang diawasi Polda Metro Jaya selama PPKM darurat. Aparat gabungan dari Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP terlibat berjaga di pos-pos penyekatan.

Tidak adanya kebijakan pemerintah menutup gerbang internasional ini juga disorot mantan anggota Ombudsman yang juga pengamat penerbangan, Alvin Lie. Alvin Lie menyayangkan tidak adanya kebijakan penutupan gerbang internasional. Dia menyinggung soal penerbangan dari China hingga India.

"Bukan hanya penerbangan, tetapi gerbang penumpang internasional baik itu udara, laut, maupun darat, karena kan darat juga banyak. Kita sudah punya pengalaman ketika pertama kali tahun lalu COVID, itu kan (virus) dari China, kita juga tidak menutup penerbangan dari China," jelas Alvin Lie ketika dihubungi, Jumat (2/7/2021).

Simak video 'Indonesia Perketat Aturan Perjalanan Internasional':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)