Heboh Warga Panic Buying Susu, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Turun Tangan

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 07:49 WIB
Front view of a drinking glass, a bottle and a jug filled with fresh organic vegan milks surrounded by oat flakes, soy beans, quinoa seeds, rice grains, spelt grains, hazelnuts, almonds and coconuts pieces. Low key DSLR photo taken with Canon EOS 6D Mark II and Canon EF 24-105 mm f/4L
Ilustrasi (Foto: Getty Images/carlosgaw)
Jakarta -

Komisi IX DPR menyoroti fenomena panic buying produk minuman susu di tengah situasi PPKM darurat. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut pemerintah harus turun tangan menjelaskan isi produk dan khasiatnya.

"Tentu kita berharap ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait dengan produk-produk seperti itu jadi pemerintah harus menjelaskan apa saja isi daripada produk susu tersebut, apakah betul dari isinya itu kelihatan ingredient-nya, apakah dari ingredient yaitu betul-betul memang bisa untuk katakanlah mengobati orang yang sakit COVID atau katakanlah menghindari dari orang kena COVID," kata Saleh ketika dihubungi detikcom, Minggu (4/7/2021).

Fenomena panic buying ini, duga Saleh, karena informasi yang beredar di media sosial. Bila pemerintah tidak menjelaskan ke masyarakat, Saleh khawatir akan terjadi salah paham.

Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (Rahel/detikcom)Foto: Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (Rahel/detikcom)

"Kalau tidak ada penjelasannya seperti itu masyarakat atau menafsirkan sendiri berita-berita yang berkembang di media sosial. Oleh karena itu pemerintah dari waktu ke waktu harus berlomba dengan pemberitaan di media sosial kalau tidak ya ini akan terjadi," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX, Melkiades Laka Lena, mewanti-wanti agar warga tidak panic buying. Pemerintah pusat dan daerah juga harus turun tangan.

"KPPU dan Kemendag RI sampai ke tingkat bawah harus pastikan perdagangan berjalan wajar," terang Melki.

Emanuel Melkiades Laka LenaFoto: Emanuel Melkiades Laka Lena. (Rahel/detikcom).

"Pemerintah pusat dan daerah juga tokoh masyarakat berbagai unsur perlu terus menerus memberi edukasi kepada masyarakat luas," lanjutnya.

Diketahui, beredar video di media sosial yang menampilkan warga berebut salah satu produk susu di supermarket. Warga tampak tidak jaga jarak dan saling senggol demi mendapatkan susu kaleng tersebut.

(isa/imk)