Wanti-wanti Kemenkes Agar Warga Tak Panic Buying Saat Lonjakan Corona

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 07:10 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Sejumlah masyarakat tengah dilanda fenomena panic buying sejumlah produk yang dianggap berkhasiat di tengah situasi pandemi Corona. Salah satunya yakni produk susu kalengan. Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mewanti-wanti agar warga tidak panic buying.

"Di saat yang sulit seperti mari kita saling menjaga dan saling tolong menolong dan membantu warga lain, dan berharap tidak ada pihak-pihak yang kemudian memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan dirinya atau sekelompok," terang Nadia lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (4/7/2021).

Nadia berdoa yang terbaik untuk warga Indonesia. "Agar kita semua bisa selamat dari pandemi ini," jelasnya.

Sementara itu, Pakar Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman melihat fenomena panic buying ini karena efek hoax yang bertebaran. Pemerintah, jelasnya, perlu membalas dan membantah hoax-hoax tersebut.

"Harus diketahui juga dengan di situasi pandemi seperti ini ada (pihak) yang tidak punya empati mengambil keuntungan di tengah musibah dengan membuat berita hoax termasuk membuat klaim-klaim yang tidak berdasar ada bentuk obat ada bentuk makanan dan sebagainya," sambung Dicky.

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)Foto: Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)

Menurutnya, warga harus menjaga protokol kesehatan dan pola hidup sehat. Termasuk salah satunya dengan meminum susu. Namun, Dicky menjelaskan tidak perlu terpatok dengan satu merk susu.

"Ketika sakit, isoman tidak usah macam-macam mau minum susu, tidak usah merk tertentu, semua jenis susu ya bisa. Mau makan apapun bisa itu harus diperjelas oleh Pemda setempat untuk mengedukasi," tutur Dicky.

Diketahui, beredar video di media sosial yang menampilkan warga berebut salah satu produk susu di supermarket. Warga tampak tidak jaga jarak dan saling senggol demi mendapatkan susu kaleng tersebut.

(isa/imk)