2 Tahun Penjara bagi Samad Penipu Peserta CPNS Rp 500 Juta

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 16:40 WIB
Pelamar CPNS yang lolos akan menghadapi ujian tes kemampuan dasar (TKD). Berbagai persiapan dilakukan, salah satunya berburu buku panduan.
Dokumentasi berkaitan dengan CPNS. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Akal bulus Abdussamad alias Samad (38) harus berakhir di bui. Sebelumnya, ia sukses menipu peserta ujian CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebesar Rp 500 juta.

Tidak hanya itu, ia juga menipu peserta CPNS Kejaksaan Agung yang ingin jadi jaksa dengan banderol Rp 270 juta. Malah, Samad juga menginap berbulan-bulan di hotel tanpa membayar! Bagaimana ceritanya?

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang dilansir website-nya, Minggu (4/7/2021). Di mana Samad pernah menjadi tenaga honorer di Kejari Pontianak. Setelah tidak diperpanjang masa kerjanya, ia mulai berlagak layaknya jaksa betulan.

Nah, pada 2019, Samad, yang memiliki nama WhatsApp 'Jaksa Gerry', mencari mangsa di dunia maya. Salah satu yang kena perangkapnya adalah MDP, seorang lulusan SMA yang ingin jadi sipir. Samad menjanjikan MDP bisa lulus menjadi CPNS Kemenkumham dengan meminta uang pelicin Rp 500 juta. Versi Samad, ia hanya menerima Rp 400 juta.

Untuk meyakinkan MDP, Samad selalu memakai atribut jaksa saat bertemu dengan MDP. Tidak lupa dengan tongkat komando. Hati MDP makin goyah dan menyanggupi membayar Rp 500 juta ke Samad secara bertahap.

Korban Samad tidak hanya MDP, ada juga calon peserta CPNS Kejaksaan, DAK. Karena yakin akan penampilan Samad, DAK menyetor uang beberapa tahap ke Samad hingga total Rp 270 juta. Namun janji SK Jaksa tidak kunjung di tangan. DAK pun gelisah.

Namun sepandai-pandainya Samad meloncat, akhirnya jatuh juga. Bermula saat Samad menginap di hotel berbintang di Surabaya dan apabila ditagih membayar uang menginap selalu dibilang 'nanti akan dibayar negara'. Hingga billing hotel membengkak Rp 60 jutaan.

Akhirnya pihak hotel curiga dan melaporkan Samad, yang mengaku jaksa, ke aparat. Akhirnya Samad ditangkap dan terbongkarlah akal bulus Samad. Samad pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di persidangan pengadilan.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun," kata ketua majelis Mochamad Taufik Tatas Prihyantono, dengan anggota Johanis Hehamony dan Martin Ginting.

Majelis menilai perbuatan Terdakwa telah merusak nama baik/citra Kejaksaan dan telah mengakibatkan korban DAK mengalami kerugian materiil sejumlah Rp 270 juga dan MDP mengalami kerugian materiil sejumlah Rp 500 juga.

"Terdakwa telah menikmati hasil kejahatannya dan tidak punya itikad baik untuk mengembalikan kerugian materiil yang dialami korban," ujar majelis hakim dengan bulat.

Putusan dijatuhkan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Simak juga 'Ngaku Bisa Loloskan Seleksi Masuk TNI AD, Pria Ini Tipu Warga Rp 300 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dhn)