CPNS Teranulir di Karanganyar Mengadu ke Bupati

CPNS Teranulir di Karanganyar Mengadu ke Bupati

- detikNews
Selasa, 21 Mar 2006 17:59 WIB
Solo - Sebanyak 134 CPNS di Karanganyar yang semula dinyatakan diterima dalam seleksi akhirnya dianulir dan diganti oleh pendaftar lainnya mengadukan nasib kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Mereka menduga ada ketidakberesan para ralat penerimaan tersebut.Seperti diketahui Pemprov Jateng membuat keputusan yang dinilai sebagai tindakan ceroboh dengan melakukan revisi penerimaan CPNS. Sehari setelah diumumkan, Pemprov membuat pengumuman susulan dengan mengganti sejumlah nama yang sebelumnya dinyatakan diterima.Dalam revisi itu 2.881 pelamar PNS di Jateng yang pada pengumuman pertama namanya tercantum, diganti dengan nama pelamar lain. Dari 667 CPNS yang diterima di Kabupaten Karanganyar, 134 orang diantaranya dianulir penerimaannya.134 CPNS yang teranulir tersebut, Selasa (21/3/2006) mendatangi Kantor Bupati Karanganyar. Mereka langsung diterima oleh Bupati Rina Iriani. Rina menerimanya dengan familiar, maklum sebelum menjabat bupati dia sebelumnya adalah seorang PNS dari jajaran guru SD.Tangis dan sedih tertumpah dalam pertemuan tersebut. Mereka meminta kepada Bupati Rina agar bersedia memperjuangkan nasib mereka dengan menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemprov dan Pemerintah Pusat agar revisi tersebut dibatalkan.Rina sendiri mengaku tidak dapat mengambil keputusan, karena merasa tidak memiliki wewenang apa pun dalam penerimaan CPNS tahun 2006 ini. "Seluruhnya menjadi wewenang Pemerintah Pusat. Namun demikian saya akan tetap membantu memperjuangkan semampu saya," ujar Rina.Lebih lanjut Rina mengatakan, Rabu besok dia akan berangkat ke Jakarta menemui Menneg PAN guna menyampaikan aspirasi para CPNS teranulir tersebut. Hal itu ditempuhnya karena Pemprov juga tidak memiliki wewenang untuk penyelesaikan persoalan tersebut. Untuk itu Rina meminta para CPNS tersebut membuat pernyataan bersama dengan dibubuhi tanda tangan seluruh CPNS yang merasa dirugikan. "Aspirasi tertulis itu nantinya yang akan saya sampaikan kepada Pak Menteri (Menneg PAN -red)," lanjut Rina.Dalih Mengada-adaPara CPNS teranulir itu tidak mampu lagi menyembunyikan kekecewaan karena harapan menjadi PNS yang telah bertahun-tahun ditunggu dibatalkan. Dalih Pemerintah meralat dengan UU Penerimaan PNS yaitu mendahulukan pengangkatan tenaga honorer yang lebih tua atau yang lebih dulu mengabdi, juga dinilai mengada-ada.Tri Wahyuni misalnya, mengaku dapat menunjuk nama-nama yang masuk sebagai pengganti yang masa baktinya jauh di bawah dia. Dia mengindikasikan terjadi permainan yang dilakukan panitia dengan calon tertentu."Saya sudah mengabdi selama 18 tahun 7 bulan sebagai guru SD honorer. Semula nama saya masuk dalam daftar CPNS yang diterima, namun sehari setelahnya diralat. Saya tahu nama-nama yang masuk sebagai pengganti dalam daftar ralat itu masa wiyatabaktinya jauh di bawah saya," paparnya sembari terisak.Hal serupa juga disampaikan Dwi Handayani yang mengaku telah menjadi guru TK honorer selama 5 tahun 3 bulan. Sambil tersedu dia menilai ralat tersebut telah mempermalukan dan melecehkan dirinya di hadapan khalayak umum. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads