Sidang Bupati Korupsi Rp 4,6 Miliar Didemo Mahasiswa
Selasa, 21 Mar 2006 17:52 WIB
Palu - Pemuda dan mahasiswa asal Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (21/3/2006) menggelar demonstrasi di Pengadilan Negeri Palu. Unjuk rasa ini bersamaan dengan proses pengadilan atas Bupati Morowali nonaktif Andi Muhammad AB yang didakwa korupsi Rp 4,6 miliar dana pemekaran wilayahnya.Koordinator lapangan aksi massa itu, Kuswandi, menyatakan alasan mengapa mereka harus selalu berdemonstrasi bertepatan dengan pelaksanaan persidangan bupati korupsi itu, lantaran mereka khawatir majelis hakim akan kongkalikong dengan terdakwa. Mereka menyebutkan hakim tidak tegas lantaran membiarkan Andi Muhammad ke luar daerah bahkan ke Jakarta, padahal berstatus tahanan kota."Pengadilan hanya menjadi semaccam tempat istirahat para bandit-bandit koruptor itu, karena hakim bisa dibeli," teriak Kuswandi.Dengan alasan itu pula mereka memaksa masuk ke halaman gedung pengadilan, namun 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) aparat pengendalian massa (Dalmas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu tidak mengizinkan mereka masuk. Bersenjata api laras panjang dan pentungan, aparat keamanan membuat pengamanan berlapis dua. Lapis pertama diisi Polisi berpentungan, lapis kedua Polisi bersiaga dengan senjata api laras panjang.Pengamanan ekstraketat ini dilakukan mengingat pada demonstrasi pekan lalu, kelompok pro dan kontra Bupati Andi Muhammad terlibat bentrok fisik yang mengakibatkan sejumlah aktivisi luka-luka.Di luar para demonstran berteriak mengecam bupati dan majelis hakim, di dalam ruang sidang, majelis hakim yang dipimpin Pahala Simanjuntak tengah serius mendengarkan keterangan saksi ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).Tapi tim penasihat hukum yang dipimpin Tajwin Ibrahim menolak keahlian saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin RO Marunduh. Tajwin beranggapan keahlian saksi yang hanya sarjana Strata-1 akutansi.Akhirnya setelah usai mendengarkan keterangan saksi, majelis kemudian menutup persidangan dan menjadwalkan sidang pada Selasa pekan depan. Usai itu pula demonstrasi pun dibubarkan.
(nrl/)











































