Diduga Selewengkan Dana, Kantor OXFAM Aceh Tutup
Selasa, 21 Mar 2006 16:28 WIB
Banda Aceh -
Seminggu belakangan ini, kantor OXFAM wilayah Aceh Besar ditutup, para karyawan dinonaktifkan. Pembangunan shelter dan beberapa program livelihood OXFAM juga distop.Ternyata hal ini merupakan buntut dari dana puluhan ribu dolar yang ditengarai diselewengkan oleh oknum-oknum di lembaga donor tersebut. "Senin depan baru akan ada keterangan yang lebih rinci. Saat ini tengah dilakukan investigasi. Beberapa program di beberapa wilayah terpaksa dihentikan menunggu sampai proses penyelidikan selesai," jelas Media Officer OXFAM Aceh, Yon Thayrun, yang dihubungi detikcom, Selasa (21/3/2006). Meski begitu, ada beberapa program yang tetap berjalan sebagaimana mestinya. Program yang terpaksa dihentikan sementara adalah pembangunan shelter dan program livelihood. Pasalnya, dua program ini paling banyak menyedot dana. Sedangkan kegiatan pendistribusian air dan juga pengutipan sampah masih dilakukan seperti biasa. Dijelaskannya, OXFAM mengalokasikan dana sebesar 4,1 juta poundsterling pada tahun 2005, dan tahun 2006 sebesar 3,2 juta poundsterling untuk wilayah Aceh Besar. "Kita sudah memberitahukan baik secara lisan maupun tertulis kepada BRR, gubernur NAD, Ketua DPRD NAD, Walikota Banda Aceh, bupati Aceh Besar, serta sebagian Camat Aceh Besar dan Banda Aceh," lanjutnya. Kasus ini meruyak setelah adanya laporan dari masyarakat ke OXFAM baik lewat SMS dan telepon setelah ditemukannya sejumlah indikasi adanya ketidakberesan dalam beberapa program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikerjakan OXFAM. "Siapa pun orangnya tetap akan kita serahkan ke kepolisian. Kita akan selesaikan persoalan ini secepatnya karena menyangkut hajat hidup orang banyak. OXFAM juga mohon maaf kepada masyarakat Aceh atas kasus ini," tandas Yon Thayrun.
(nrl/)










































