SBY Kenang Rachmawati: Pikiran dan Idealismenya Mewarisi Sukarno

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 14:42 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
SBY (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan dukacita atas meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri. SBY menyampaikan kenangan semasa Rachmawati menjabat di pemerintahannya, SBY menilai Rachmawati sosok yang kritis dan mewarisi pikiran dan idealisme dari Presiden RI pertama Sukarno.

"Hari ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah karena menderita COVID-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah SWT serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Sungguhpun Ibu Rachmawati adalah manusia biasa, seperti kita semua, banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Saya yakin Allah akan menimbang segala ibadah, amal, dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia," kata SBY, melalui akun Facebook resminya, Sabtu (3/7/2021).

SBY mengaku sebagai seorang sahabat memiliki sejumlah kenangan dengan Rachmawati. SBY kemudian menyampaikan beberapa cerita kenangannya bersama Rachmawati.

"Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas saya sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan 'keynote speech' pada acara haul Bung Karno yang keseratus tahun," kata SBY.

Saat itu, SBY diminta Rachmawati untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. SBY lalu menerima permintaan tersebut.

"Tentu dengan senang hati permintaan itu saya penuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, saya aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, saya kemukakan pandangan saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain," ungkapnya.

Kenangan lainnya adalah ketika Rachmawati diberi kepercayaan, tugas, dan kehormatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh SBY. SBY mengatakan Rachmawati menjalankan tugas dan amanahnya dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, dengan memberikan pandangan, masukan dan usulan ke SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden.

"Tentu semuanya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia. Jika materi yang disampaikan cukup sensitif dan kalau disampaikan di hadapan hadirin yang lain bisa menimbulkan kontroversi dan misinterpretasi, beliau sampaikan secara langsung kepada saya dengan didampingi staf beliau. Terhadap sejumlah isu nasional, tampak kalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta tampak pula bahwa beliau ingin menjadi bagian dari solusi," ungkapnya.

SBY mengaku Rachmawati kerap berdiskusi bicara dengannya "one on one' terhadap isu-isu yang kritikal, karena dinilai lebih efektif. Bukan hanya Rachmawati, kedua mantan Ketua Wantimpres di era kepresidenan SBY, yaitu Ali Alatas (alm) dan Emil Salim, yang terkenal kritis (termasuk kepada SBY), juga kerap memilih cara-cara pertemuan langsung tersebut.

"Selama mengemban tugas bersama di lembaga kepresidenan (lingkup besar) itulah saya mengenal sosok Ibu Rachmawati, termasuk karakter, pikiran, dan idealismenya yang sedikit-banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama," kata SBY.

"Dalam kaitan ini, khususnya apa yang dilakukan oleh Ibu Rachmawati sebagai anggota Wantimpres, secara tulus saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya," imbuhnya.

SBY juga mengungkap pertemuan terakhirnya dengan Rachmawati pada 11 Maret 2021 ketika putri Sukarno itu berkunjung ke rumah SBY di Cikeas.

"Waktu itu beliau sengaja menemui saya sebagai wujud kepedulian serta simpati dan empati yang diberikan kepada keluarga besar Partai Demokrat, yang tengah menghadapi cobaan dan ujian sejarah. Tentu saya sangat terharu ketika masih ada yang mau dan berani bertemu dengan saya kala itu. Sebenarnya saat itu, di samping beliau, tak terhitung pula para tokoh dan sahabat yang secara diam-diam datang menemui saya. Mereka juga ingin menyampaikan simpati dan empatinya," ungkapnya.

Terakhir SBY mendoakan Rachmawati agar ditempatkan di tempat yang terbaik. SBY berharap Rachmawati diberi pengampunan.

"Itulah antara lain kenangan saya bersama almarhumah Ibu Rachmawati Soekarnoputri. Selamat jalan Ibu Rachmawati, menuju ke haribaan Sang Khaliq. Semoga Ibu hidup dengan teduh dan tenang di sisi Allah, serta dalam pengampunan dan kasih sayang-Nya. Amin," ujarnya.

Sebelumnya, putri Proklamator Sukarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia saat dirawat akibat positif virus Corona atau COVID-19. Jenazah Rachmawati disebut bakal langsung dimakamkan di TPU Karet Bivak.

"Kami dari Polsek Pasar Minggu, kami monitoring kegiatan atau wilayah kediaman Ibu Rachmawati selain karena beliau tokoh, beliau juga masih terlayani VVIP. Beliau ini tidak dikebumikan (disemayamkan) di rumah duka nantinya di Jatipadang itu. Jadi dari RSPAD langsung ke pemakaman Karet Bivak," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/7/2021).

Bambang mengatakan informasi tersebut diperoleh setelah dirinya berkomunikasi dengan keluarga dan ajudan Rachmawati. Pihak keluarga, katanya, menyebut jenazah Rachmawati akan dimakamkan di Karet Bivak.

(yld/dnu)