Kontestan Cak Ning Suroboyo Kerasukan Hantu Belanda

Kontestan Cak Ning Suroboyo Kerasukan Hantu Belanda

- detikNews
Selasa, 21 Mar 2006 15:32 WIB
Kontestan Cak Ning Suroboyo Kerasukan Hantu Belanda
Surabaya - Suasana SMPN 29 Jl Prof dr Moestopo, Surabaya, kembali dilanda kenanikan setelah belasan siswi kerasukan roh halus yang ditengarai tinggal di sekolah yang bangunannya sudah tua itu, Selasa (21/3/2006).Sebagian mereka yang kerasukan adalah siswa yang pada hari Senin 20 Maret kemarin menderita hal yang sama. Para siswi yang menjadi korban rata-rata berteriak-teriak dengan mata melotot dan sekujur tubuhnya kejang-kejang.Salah satu korban yang terlihat histeris dan meronta-rinta meski dipegangi sejumlah guru dan temannya adalah Rizki Anisa Mutiara. Dia adalah kontestan Cak Ning Suroboyo 2005. Remaja berparas manis ini menolak keras ketika sejumlah guru berupaya menyembuhkannya dengan membaca ayat-ayat suci Al Quran."Saya kepanasan. Kamu tahu itu. Jangan diteruskan. Jangan pegangi aku, akau mau tempat yang dingin. Baru aku akan keluar," teriaknya dengan logat seperti dialek seperti orang Belanda di film-film kita sambil meronta-ronta. Ia juga mengomel alias ngoceh tidak karuan dengan sedikit-sedikit bahasa Inggris.Mutiara mulai sadarkan diri setelah dibawa ke ruang guru dan disembuhkan di bawah tiupan AC. Dan ia mengaku tak mengetahui apa yang telah terjadi selain sekujur badannya terasa capek dan merasa kepalanya ada yang menindih."Sepertinya ada yang menindih saya. Dan setelah itu saya tidak tahu lagi," terang gadis yang duduk di kelas III ini sambil menyeruput air putih yang diberikan oleh kawannya.Mutiara juga mengaku bahwa dalam kondisi di bawah alam sadar, dirinya berusaha melepaskan tekanan akibat tindihan itu. "Tapi mulut ini rasanya sukar sekali untuk bicara. Padahal saya berusaha istighfar,"ungkapnya dengan nada lemah.Dari penuturan beberapa siswa dan siswi korban kerasukan, makhluk halus yang mengganggu mereka diduga berasal dari pohon yang ditebang beberapa waktu lalu. Pohon tersebut berada di lapangan sekolah."Mereka yang kerasukan jin berbeda-beda caranya. Ada beberapa yang saat itu pikirannya kosong gara-gara mencari HP di beberapa sudut sekolah," terang seorang siswa yang bertubuh tambun.Kejadian kedua kalinya itu terjadi pada sekitar pukul 11.00 WIB ketika siswa mengikuti pelajaran di kelas. Beberapa siswa lainnya sedang ada di halaman sekolah. Berkat 'kepandaian' yang dimiliki salah satu guru, korban kerasukan berhasil disembuhkan. "Untungnya, beberapa guru kita memiliki keahlian untuk mengeluarkan jin-jin yang merasuki siswa," ungkap salah satu guru yang menolak menyebut namanya.Kambing HitamDari penuturan guru lainnya, hari Jumat mendatang pihak sekolah akan menyembelih kambing hitam. Dan darahnya ditanam tepat di depan pohon. "Kebetulan ada siswi kami yang memiliki indera keenam, yang katanyajin tersebut meminta kambing hitam dengan jenggot panjang untuk disembelih. Dan darahnya ditanam di tanah di depannya," ungkapnya.Foto:Kepanikan karena kerasukan (nrl/)


Berita Terkait