Top 5 News

Kartu Vaksin Jadi Syarat Perjalanan & HET Ivermectin Rp 7.885/Tablet

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 20:17 WIB
Top 5 News Yamaha
Foto: detikcom
Jakarta -

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh atau keluar kota wajib untuk menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil PCR/Antigen. Ini berlaku saat PPKM Darurat 3-20 Juli.

Sementara itu, PT Indofarma Tbk telah memperoleh izin edar BPOM untuk produk generik Ivermectin 12 mg kemasan dus di mana 1 botol berisi 20 tablet. Izin edar diperoleh pada 20 Juni 2021 lalu.

Harga Netto Apotek (HNA) termasuk PPN untuk produk Ivermectin tablet 12 mg/botol isi 20 tablet yang ditetapkan oleh perseroan adalah Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tablet.

Selain dua berita di atas, ada beberapa berita lainnya yang menjadi perbincangan hangat hari ini. Berikut Top 5 News edisi Jumat (2/7/2021).

1. Kartu Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan Saat PPKM Darurat

PPKM Darurat mulai berlaku besok, tepatnya mulai 3-20 Juli 2021. Syarat perjalanan ke luar kota pun diubah selama pemberlakuan PPKM Darurat, kartu vaksin jadi syarat baru untuk perjalanan jarak jauh.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan selaku koordinator PPKM Darurat menyatakan kartu vaksinasi wajib dibawa untuk perjalanan domestik jarak jauh. Selain itu, ada syarat tes negatif COVID-19 dengan swab PCR H-2 perjalanan untuk naik pesawat. Lalu swab antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

"Pelaku perjalanan domestik jarak jauh, menunjukkan kartu vaksin. PCR h-2 untuk pesawat dan antigen h-1 untuk mode transportasi jarak jauh lainnya," ujar Luhut saat konferensi pers, Kamis (1/7/2021) kemarin.

Artikel selengkapnya: Kartu Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan Saat PPKM Darurat

2. Harga Ivermectin Paling Mahal Dipatok Rp 7.885/Tablet

Dalam keterangan Indofarma, Jumat (2/7/2021), Harga Netto Apotek (HNA) termasuk PPN untuk produk Ivermectin tablet 12 mg/botol isi 20 tablet yang ditetapkan oleh perseroan adalah Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tablet.

"Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) termasuk PPN adalah Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet," bunyi keterangan tersebut.

Untuk distribusinya, produk Ivermectin dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang ditunjuk oleh perseroan untuk menyalurkan ke fasilitas kefarmasian sesuai dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Saat ini produk Ivermectin dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc. Jaringan tersebut akan diperluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat.

Artikel selengkapnya: Harga Ivermectin Paling Mahal Dipatok Rp 7.885/Tablet

3. Bansos Rp 300 Ribu/Bulan Selama PPKM Darurat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa-Bali dimulai besok, 3 Juli-20 Juli 2021. Selama itu diterapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai (BST) kepada warga.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan besaran bansos tunai senilai Rp 300.000/bulan dan akan disalurkan kepada warga setiap awal bulan. Bantuan akan disalurkan paling lambat mulai pekan depan sebesar Rp 600.000/bulan (untuk Mei-Juni).

"BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April. Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur. Warga akan menerima Rp 600.000 sekaligus (untuk Mei-Juni), tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja" ujar Risma dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Artikel selengkapnya: Bansos Rp 300 Ribu/Bulan Selama PPKM Darurat

4. Ki Manteb Sudharsono Meninggal Positif Corona

Dalang kenamaan asal Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Ki Manteb Sudharsono, meninggal dunia, pagi ini. Ki Manteb meninggal di rumahnya dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19.

"Innalilahi wa inailaihi rajiun, sudah berpulang ke pangkuan ilahi bapak H Manteb Sudharsono di hari Jumat pagi ini," ujar anak sulung Ki Manteb, Medhot Sudharsono, saat ditemui detikcom di rumah duka, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jumat (2/7/2021).

Medhot menyebut, Ki Manteb mulai sakit sepulang dari Jakarta, sepekan lalu. Setelah itu, kondisi Ki Manteb semakin menurun.

"Sepulang dari Jakarta beliau kondisi panas dan istirahat sehari, pagi mendalang virtual lagi di rumah hampir semalaman, setelah itu beliau ngedrop," terangnya

Artikel selengkapnya: Ki Manteb Sudharsono Meninggal Positif Corona

5. Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Moderna. Ditegaskan, tingkat keamanan dan efek samping vaksin ini secara umum tergolong dapat ditoleransi dengan baik.

"Berdasarkan hasil pengkajian BPOM bersama tim ahli komite penilai vaksin COVID-19 dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menunjukan bahwa secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik reaksi lokal maupun sistemik dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2," terang Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Ia menyebut bahwa berdasarkan pengkajian, kejadian yang paling sering muncul adalah sebagai berikut, nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi. "Kejadian ini umumnya didapatkan setelah penyuntikan kedua," lanjut Penny.

Artikel selengkapnya: Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna

(ncm/ega)