Pangdam Jaya Ungkap 4 Indikator yang Harus Dicapai Selama PPKM Darurat

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 18:26 WIB
Mural melawan penyebaran virus Corona hiasi kawasan Setu, Cilangkap, Jaktim. Mural itu dibuat untuk dukung perjuangan para petugas di garda depan lawan COVID-19
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk menghentikan laju penyebaran virus Corona. Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji meminta peran aktif masyarakat selama kebijakan berlangsung.

"Dalam melaksanakan kegiatan ini nanti tolong masyarakat juga ikut berpartisipasi satu sama lain. Kalau tidak, tidak akan pernah selesai," kata Mulyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Menurut Mulyo Aji, pembatasan mobilitas masyarakat menjadi kunci dalam menekan laju penyebaran virus Corona. Untuk itu, dia berharap, dengan penerapan PPKM darurat, masyarakat mau berbesar hati berdisiplin saat beraktivitas dari rumah.

"Logika sederhana, COVID kalau kita tidak ke mana-mana dia mati sendiri. Ada waktu dua minggu dia mati sendiri. Kalau kita pergi menggunakan perlengkapan yang lengkap, dia nggak bisa masuk. Tidak ada tempat untuk lewat," ujar Mulyo Aji.

Selain itu, Mulyo Aji turut menyinggung laju penyebaran virus Corona yang meningkat beberapa waktu terakhir. Dia mengatakan hal itu terjadi salah satunya karena masyarakat yang tidak taat dalam membatasi mobilitas aktvfitas.

"Kenapa sekarang terjadi tinggi (penyebaran virus Corona)? Karena ada di antara di mana-mana yang melanggar aturan tadi. Itulah kenapa pemerintah mengeluarkan seperti ini," ungkap Mulyo Aji.


Pangdam Jaya Ungkap 4 Indikator

Mulyo Aji menitipkan pesan kepada seluruh elemen di level RT/RW terkait indikator yang harus dicapai selama PPKM darurat. Dua di antaranya terkait pergeseran massa dan kerumunan.

"Saya ingin titip pesan pada rekan-rekan yang ada di RT maupun RW. Ada indikator yang harus kita kejar. Pertama, harapannya di tempat-tempat yang merah tidak terjadi pergerakan massa kecuali yang esensial atau penting. Supaya tidak ada penularan. Kedua, tidak terjadi kerumunan. Dua hal tadi bisa kami lihat dari aktivitas HP-nya saudara sekalian yang ada di sana," ujar Mulyo Aji.

Selain itu, jumlah pasien Corona harus terus ditekan. Terakhir, Mulyo Aji menekankan soal pencegahan pergeseran penularan COVID-19.

"Ketiga, tidak terjadi penambahan jumlah pasien, jadi nanti RT/RW kalau ada tambahan pasien berarti kita tidak bekerja maksimum dan kita tidak membantu dan kita penyumbang terbaik untuk penuhnya tempat-tempat yang tadi sudah kita siapkan," ujar Mulyo Aji.

"Keempat, tidak terjadi pergeseran COVID, dua di wilayah tetap dua tapi pindah rumah. Berarti ada yang tidak selesai. Kemudian kami harapkan ada kontrol yang maksimum terhadap akses keluar-masuk terhadap tempat-tempat yang memang merah," sambung dia.

(ygs/knv)