Depresi, Ancaman Nomor 2 Setelah Penyakit Jantung
Selasa, 21 Mar 2006 14:40 WIB
Jakarta - Zaman modern ini makin banyak saja orang yang depresi. Bahkan pada 2020 nanti, depresi akan menjadi penyakit yang melumpuhkan setelah penyakit jantung."Diperkirakan ada 300 juta orang yang mengalami depresi," kata ahli jiwa dari RSCM dr Suryo Darmono usai semiloka Depresi: Gejala Masyarakat Modern? yang digelar di Hotel Atlet Century Park, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2006).Naik pamornya depresi pada 2020 merupakan prediksi WHO. Ini berdasarkan pertimbangan perjalanan penyakit, tren, statistik, dan predikator. "Dan yang disampaikan WHO ini biasanya tepat," kata Suryo.Suryo menjelaskan, depresi merupakan istilah sosial yang menggambarkan situasi kehidupan sosial yang serba terpuruk. Gejala klinisnya seperti perasaan murung, kehilangan minat, kehilangan energi, kehilangan percaya diri, pesimis, putus asa, rasa bersalah, gangguan tidur dan selera makan."Mengenali dan mengatasi dengan segera gejala ini bisa menyelamatkan seseorang," kata Suryo.Menurutnya, depresi terbagi tiga jenis, yakni ringan, sedang dan berat. Untuk jenis ringan, diperlukan treatment 4-6 bulan dengan bantuan konseling. Untuk depresi sedang dan berat, dibutuhkan waktu treatment 6 bulan-1 tahun ditambah obat-obatan.Pada depresi sedang dan berat, 40% bisa disembuhkan, 20% sedang (antara sembuh dan tidak) dan 40% kambuh berat. "Depresi tidak menular, tapi memang membuat kehidupan orang-orang di sekitarnya terganggu," demikian Suryo.
(nrl/)











































