ADVERTISEMENT

5 Fakta soal Bansos PPKM Darurat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 16:29 WIB
Pemerintah menjamin stok pangan aman selama PPKM darurat yang akan mulai diterapkan Sabtu (3/7). Masyarakat diminta tidak perlu panic buying.
UMKM terdampak PPKM Darurat akan mendapat bansos. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memberlakukan PPKM darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Bansos PPKM darurat akan digulirkan bagi masyarakat yang terkena dampak PPKM darurat.

"Bansos akan digulirkan lagi," kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam jumpa pers, Kamis (1/7/2021).

Luhut mengatakan Presiden Jokowi memberikan arahan jelas kepadanya bukan hanya soal penanganan Corona, tapi juga jangan sampai masyarakat kesulitan soal ekonomi. "Perintah Presiden clear, loud and clear, dan itu diberitahukan ke saya. Jangan sampai rakyat ini menderita berkelanjutan," ungkapnya.

Masalah bansos PPKM Darurat ini sudah dikoordinasikan dengan Mensos Tri Rismaharini dan Menkeu Sri Mulyani. Semuanya sudah sepakat soal bansos.

"Ibu Risma, Ibu Menkeu, Gubernur BI, dan beberapa teman lainnya, kami sudah bertemu dan kami sudah sepakat untuk ini kita bantu lagi," ucap Luhut.

Lantas apa saja yang perlu diketahui soal bansos PPKM darurat ini? Berikut ini sejumlah fakta terkait bansos PPKM darurat:

1. Bansos PPKM Darurat Berbentuk Tunai

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan bansos PPKM darurat bentuknya, yakni bantuan sosial tunai (BST) yang bakal diberikan kepada warga.

"BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni setelah berhenti di April. Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur," ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

2. Bansos PPKM Darurat Senilai Rp 300 Ribu

Risma juga menyebut besaran BST yang akan diberikan adalah Rp 300 ribu per bulan dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan. Sedangkan untuk BST bulan Mei dan Juni akan diberikan Rp 600 ribu sekaligus.

"Warga akan menerima Rp 600 ribu sekaligus, tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja," ucap Risma.

Untuk target penyaluran per bulan, BST menyasar 10 juta penerima bantuan, penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta.

"Soal data penerima bansos sudah dibersihkan kemarin, tapi ada 3,6 juta yang nyangkut di bank dan tadi sudah di-clear-kan dalam rapat," ujarnya.

3. Bansos PPKM Darurat Disalurkan Via Kantor Pos

Dia mengatakan teknis penyaluran BST akan dilakukan seperti biasa, yakni melalui Kantor Pos. Sedangkan BPNT dan PKH akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

"Jadi mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini dan kita usahakan agar semua bisa tersalurkan kepada warga," katanya.

Risma memastikan penyaluran bantuan kali ini tidak mengganggu anggaran Kementerian Sosial. Sebab, kata dia, pemerintah menambah anggaran sebesar Rp 2,3 triliun untuk penyaluran bansos pada Mei dan Juni.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT