Fadjroel: Jokowi Senang Sekali Lihat Kritik di Indonesia Tetap Ada

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 14:31 WIB
Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman
Fadjroel Rachman (Foto: dok. Sekretariat Kabinet)
Jakarta -

Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menegaskan Jokowi selalu terbuka terhadap kritik. Menurut Fadjroel, kritik merupakan jantung demokrasi.

"Presiden sudah tersenyum, tertawa, legawa apalagi-lah bahasanya. Beliau itu senang sekali melihat di Indonesia kritik itu tetap ada, beliau senang sekali. Mau dari mahasiswi UI, mahasiswa ITB, UGM atau apa pun, beliau senang, berarti karena beliau percaya bahwa kritik itulah jantungnya demokrasi," kata Fadjroel dalam perbincangan di akun Instagram-nya seperti dilihat, Jumat (2/7/2021).

Fadjroel mengatakan demokrasi tanpa kritik akan membuat suasana sepi. Dia mengibaratkan suasana tersebut seperti di kuburan.

"Jadi kritik itu jantungnya demokrasi, kalau jantungnya hilang, ya sudah demokrasinya sudah nggak hidup lagi, sepi nanti, sunyi sepi. Seperti di kuburan, kuburannya megah tapi sunyi sepi. Nah, itu kalau nggak ada kritik, jadi kritik itu memang jantungnya demokrasi. Nah, makanya Presiden, beliau tersenyum, tertawa legawa. Terima kasih atas kritiknya karena kritik itu bagian demokrasi, walaupun ada bagian tambahan, tolong di Indonesia itu kan tetap ada yang namanya sopan santun. Dalam tradisi kita, itu tetap penting," ujar Fadjroel.

Fadjroel menjelaskan ilmu pengetahuan itu tak akan maju tanpa kritik. Begitu pula masyarakat dan pemerintahan.

"Tetapi kan kalau di kampus ada kaidah-kaidah akademiknya," ujar Fadjroel.

Selain itu, Fadjroel menanggapi substansi kritik yang disampaikan BEM UI soal UU ITE. Fadjroel menjelaskan justru revisi untuk untuk menyempurnakan UU ITE.

"Jadi sekarang gunakan kesempatan ini oleh mahasiswa UI atau BEM mana pun di seluruh Indonesia untuk bertemu dengan Menko Polhukam Pak Mahfud Md," kata Fadjroel.

Dia kemudian mengatakan Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dan Mahfud Md mempunyai latar belakang sama dari HMI. Sehingga keduanya bisa lebih dekat dalam memberikan masukan.

"Beliau itu Ketua KAHMI, sementara Leon yang dari UI anggota HMI, klop tuh. Leon anggota HMI, kemudian Pak Mahfud Md, Ketua KAHMI, kesatuan alumninya HMI. Nah, itu malah lebih dekat bisa ketemu, bisa menyampaikan apa saja lagi yang perlu direvisi di dalam UU ITE karena kebetulan sekarang masih dalam proses revisinya. Jadi beri masukan. Jadi UI nanti, Leon dan kawan-kawannya silakan membawa apa saja yang perlu dimasukkan dalam UU ITE," ujar dia.

(knv/fjp)