Ikuti Pusat, Tangsel Berlakukan PPKM Darurat Mulai 3 Juli 2021

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 22:59 WIB
Pemkot Tangsel
Foto: Dok. Pemkot Tangsel
Jakarta -

Pemerintah Kota Tangsel mengikuti arahan pemerintah pusat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli 2021 nanti. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat jumpa pers di Puspemkot Tangsel hari ini.

Benyamin menjelaskan bahwa PPKM Darurat disebabkan meningkatnya kasus COVID-19 beberapa hari belakangan hingga 51% kasus dibandingkan minggu sebelumnya. Hal ini berakibat keterisian tempat tidur yang melebihi puncak keterisian ketika usai libur Natal dan Tahun Baru.

"Karena itu sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemkot Tangsel akan memberlakukan PPKM Darurat," ujar Benyamin dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7/2021).

Adapun ketentuan yang harus diterapkan oleh masyarakat Tangsel adalah pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial hingga 100% melakukan Work From Home (WFH). Kemudian pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara online.

Begitu pula dengan kegiatan sektor esensial seperti keuangan, perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina COVID-19, industri orientasi eskpor diberlakukan 50% WFH.

"Sementara sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjang, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen WFO dengan protokol kesehatan secara ketat," ujar Benyamin.

Kemudian untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas 50%. Adapun toko pelayanan yang bisa diakses selama 24 jam adalah toko obat dan apotek.

Adapun kegiatan pada pusat perbelanjaan seperti mal dan pusat perdagangan ditutup sementara. Begitu juga pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat.

Benyamin juga menambahkan jika pelaksanaan kegiatan konstruksi tetap beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Ditambah dengan fasilitas umum, baik itu bersifat keagamaan dan seni budaya ditutup sementara.

"Untuk angkutan umum maksimal mengangkut 70% dari kuota seharusnya dan untuk resepsi pernikahan hanya diizinkan sampai dengan 30 orang pada pertemuannya," kata Benyamin.

(Adv/Adv)