Corona Masih Meninggi, Sekolah Tatap Muka di DKI Belum Memungkinkan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 22:48 WIB
Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Ibu Kota, masih tetap berjalan di tengah lonjakan COVID-19. Salah satunya di Sekolah Memecah Pertama (SMP) Yamas, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.
Foto ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)

Sebagaimana diketahui, PPKM Darurat akan berlaku di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta sekolah di Jawa dan Bali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Jumeri. Menurut dia ketentuan tersebut berlaku di seluruh jenjang, dari pendidikan anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

"Pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada tujuh provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku," ungkapnya kepada detikEdu, Kamis (1/7/2021).

Adapun sekolah yang berada di luar 7 provinsi yang dimaksud tetap menjalankan sekolah tatap muka terbatas sesuai dengan aturan SKB 4 menteri secara dinamis. Namun, hal itu tetap harus dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19.

"Aturan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi masih berdasarkan Keputusan Bersama SKB 4 Menteri dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua insan pendidikan dan keluarganya. Pembelajaran di masa pandemi akan berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni PPKM, baik PPKM Mikro maupun PPKM Darurat," imbuh dia.


(dnu/dnu)