Bocah Menikah di Usia 4 Tahun
Selasa, 21 Mar 2006 12:46 WIB
Jakarta - Malang nian nasib bocah perempuan ini. Menikah di usia 4 tahun, hidupnya penuh dengan penyiksaan selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya dia berhasil kabur untuk menyelamatkan diri dari cengkraman jahat keluarganya.Peristiwa memilukan ini menimpa seorang anak di Desa Mullah Allam Akhound, dekat Kota Kandahar, Afghanistan. Gulsoma yang kini berusia 12 tahun, tinggal di rumah yatim piatu di ibukota Kabul. Padahal sebelum itu, hidupnya benar-benar menderita. Bahkan kasusnya sampai mendapat perhatian dari Kementerian Urusan Kewanitaan Afghanistan. Penderitaan Gulsoma dimulai pada usia 3 tahun, saat ayahnya meninggal. Setahun kemudian, ibunya menikah lagi. Namun suami barunya itu tidak menginginkan keberadaan Gulsoma. Demi menyenangkan suami keduanya, ibu Gulsoma melepas anak kandungnya itu kepada putra sulung tetangganya untuk dinikahi. Usia pria itu 30 tahun, sedang Gulsoma 4 tahun.Karena masih anak-anak, Gulsoma memang tidak dijadikan istri yang sebenarnya alias tidak diajak berhubungan intim. Namun itu bukan berarti hidupnya aman damai. Pada usia 5 tahun, dia merasakan kepahitan luar biasa dalam hidupnya. Dia menjadi budak keluarga "suaminya"!Gulsoma tidak saja harus mengurus semua kebutuhan "suaminya", tapi juga mertua beserta 12 anak mereka. Parahnya, hampir semua keluarga ikut menyiksa Gulsoma. Namun yang paling keji adalah mertua laki-laki. Dialah yang menyuruhnya tidur di luar rumah hanya beralaskan karpet dan tanpa selimut."Ayah mertua saya menyuruh saya melakukan semuanya: mencuci, rutinitas rumah tangga. Saya cuma bisa tidur di dalam rumah ketika mereka kedatangan tamu," ujar Gulsoma mengingat kenangan buruknya, seperti dilansir news.yahoo, Selasa (21/3/2006).Jika kerjanya dianggap tidak memuaskan, Gulsoma akan dipukuli berulang kali. "Mereka memukuli saya dengan kabel listrik, kebanyakan di kaki," cerita Gulsoma. Bahkan ada kalanya kesadisan yang dialami Gulsoma sungguh tak bisa dibayangkan. Dia pernah disuruh tengkurap dengan punggung telanjang, kemudian mereka memotong-motong makanan di atas punggungnya itu.Sampai suatu ketika, mertuanya menuduh Gulsoma mencuri jam tangan anak perempuannya. Bocah malang yang saat itu berumur 11 tahun, dipukuli habis-habisan dengan tongkat kayu. "Dia bilang jika saya tidak menemukan jam itu besok, dia akan membunuh saya," kata Gulsoma.Tubuh Gulsoma berlumuran darah, bahkan kaki kanan dan lengannya patah akibat pemukulan itu. Saat itulah, Gulsoma yang takut akan dibunuh memutuskan untuk kabur. Akibat penyiksaan selama bertahun-tahun, kini semua bagian tubuhnya, terutama punggung penuh dengan bekas luka parut, goresan bahkan akibat tersiram air panas. Belum lagi sebagian kepalanya yang botak akibat pemukulan berulang kali.Kini, mertua dan "suaminya" telah mendekam dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadis mereka terhadap Gulsoma. Bocah itu pun bisa tersenyum menyongsong masa depannya yang masih panjang.
(ita/)











































