ADVERTISEMENT

Perkuat Layanan Tata Kelola Wakaf, BWI Luncurkan Aplikasi Ini

Kristina - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 19:12 WIB
badan wakaf indonesia
Foto: Dok. BWI
Jakarta -

Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Aplikasi e-Service Pendaftaran Nazhir, Kamis (1/7/2021). Aplikasi ini berfungsi untuk memperkuat layanan tata kelola wakaf.

Ketua BWI, Prof Mohammad Nuh mengatakan, pengembangan aplikasi ini merupakan langkah strategis BWI dalam meningkatkan tata kelola perwakafan.

"Transformasi digital telah menjadi program strategis BWI saat ini, dan peluncuran aplikasi e-services ini dapat semakin menguatkan layanan dan tata kelola wakaf nasional," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7/2021).

Secara umum, Aplikasi e-Service Pendaftaran Nazhir akan memudahkan masyarakat dalam mendaftar sebagai Nazhir. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan layanan pendataan harta benda wakaf.

Layanan ini mewajibkan para Nazhir yang sudah terdaftar untuk menginput data harta benda wakaf yang telah diterima secara berkala. Dengan demikian, update data penghimpunan harta benda wakaf secara nasional dapat diketahui dengan cepat dan akurat.

Nuh menjelaskan lebih lanjut, keberadaan aplikasi ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan wakaf yang dilakukan BWI. Sehingga, kepercayaan masyarakat terhadap BWI dan seluruh nazhir yang ada akan semakin tinggi. Selain itu, aplikasi e-service ini adalah bagian penting dari proses pembangunan sistem integrasi data wakaf nasional.

Aplikasi dapat diakses melalui laman https://layanan.bwi.go.id/. Terkait rencana pengembangan ke depan, aplikasi e-Service ini akan dikembangkan untuk membuat tata kelola wakaf nasional menjadi semakin baik dan transparan. Beberapa fitur yang akan segera menyusul adalah laporan bulanan dan laporan enam bulanan Nazhir, usulan ruislag, aplikasi akuntansi nazhir serta fitur aduan nazhir dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, juga diadakan Simbolisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dan Badan Wakaf Indonesia tentang Pengembangan Ekosistem Wakaf Nasional. Serta, Simbolisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Wakaf Indonesia dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya tentang Kerjasama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Menurut UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, yang dimaksud Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Nazhir bisa dari perorangan atau badan hukum. Adapun, untuk menjadi Nazhir perorangan setidaknya harus memenuhi persyaratan seperti Warga negara Indonesia, beragama Islam, dewasa, amanah, mampu secara jasmani dan rohani, serta tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.

Sedangkan, untuk Nazhir organisasi syaratnya adalah pengurus organisasi yang bersangkutan memenuhi syarat-syarat nadzir perorangan, dan organisasi yang bersangkutan bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan atau keagamaan Islam.

(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT