Tuduh LSM dan Tokoh Nasional Provokator, BIN Lempar Handuk
Selasa, 21 Mar 2006 12:22 WIB
Jakarta - Pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar yang menuduh kelompok tertentu di balik kerusuhan anti-Freeport di Abepura, Papua, merupakan bentuk lempar handuk atas ketidakmampuannya mengatasi persoalan.Demikian penilaian Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo di hadapan wartawan di sela-sela rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2006)."Pemerintah tidak layak mencari kambing hitam karena pemerintah sendiri yang tidak mampu mengelola manajemen konflik yang ada," kata Tjahjo Menurut Tjahjo, jika memang ada kelompok-kelompok yang bermain-main di Abepura seharusnya ditunjuk secara langsung agar diproses oleh aparat. Ini penting agar tak menimbulkan keresahan baik di masyarakat maupun di dunia internasional."BIN harus menunjuk hidung siapa di balik kerusuhan kalau memang ada. Apa Pak Amien, apa Gus Dur apa Bu Mega? Biar fair, kalau LSM siapa LSM-nya, kan LSM banyak," tuntut Tjahjo. Tjahjo minta BIN lebih berkonsentrasi mengumpulkan informasi secara valid, bukan menjadikan publik bertambah bingung atas pernyataan-pernyataannya. Berbeda dengan Tjahjo, pentolan Partai Golkar yang menjadi Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga menilai, pernyataan BIN wajar karena tugas BIN memang menyampaikan informasi kepada pemerintah.Menurut Theo, jika memang ada keterlibatan LSM asing di lapangan saat terjadi kerusuhan maka aparat kepolisian harus segera memeriksa dan mengusutnya. "Kalau ada sinyalemen seperti itu sah-sah saja," kata Theo.Theo sependapat memang banyak terjadi kampanye yang mendiskreditkan Indonesia terkait Papua. Usaha itu harus diimbangi oleh seluruh elemen bangsa ini dengan menunjukkan bangsa Indonesia telah berjalan pada rel yang benar.
(iy/)











































