Cerita Gubsu Ditelepon Mahfud-Rekening Dicek Gegara Kasus Jual Vaksin COVID

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 16:38 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di RS Haji Medan
Gubsu Edy Rahmayadi di RS Haji Medan (Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bercerita pernah ditelepon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Saat itu ada kasus jual-beli vaksin Corona (COVID-19) di Sumut.

Edy menyampaikan hal itu saat meresmikan bangunan baru Rumah Sakit (RS) Haji Medan. Edy awalnya meminta RS itu memberikan pelayanan yang baik. Dia juga meminta pihak rumah sakit menepis stigma yang beredar di masyarakat bahwa rumah sakit haji itu mahal.

"Rumah Sakit Haji bayarnya lebih mahal. Obatnya CTM terus, sakit bisul CTM, sakit pusing CTM. Ini komentar khalayak loh, bukan saya yang ngomong," kata Edy di RS Haji Medan, Kamis (1/7/2021).

Edy kemudian meminta agar tenaga kesehatan bekerja dengan ikhlas. Menurut Edy, saat bekerja harus dirasakan seperti sedang beribadah.

Setelah itu, Edy menyinggung kasus jual-beli vaksin yang dilakukan oknum dokter dari Dinas Kesehatan Sumut. Karena terjadinya kasus itu, kata Edy, dia mendapat telepon dari Mahfud Md.

"Jangan dokter jual vaksin, salah sekolahnya ini. Yang ditelepon dari Menko Polhukam sana saya (karena kasus ini). 'Gimana ceritanya Pak Edy sampai ada vaksin di jual-beli'," tutur Edy.

Tidak hanya ditelepon Mahfud, Edy menyebut saat itu itu rekeningnya ikut diperiksa. Meski begitu, Edy mengatakan hal itu tidak jadi masalah.

"Itu dikejar itu kayak mana aliran ke rekening gubernur. Karena ketidakbenaran satu-dua orang, saya sebagai gubernur di-bully. Tapi tak apa, emang tanggung jawab saya sebagai umara (pemimpin)," jelasnya.

Untuk diketahui, kasus jual-beli vaksin di Sumut secara ilegal melibatkan dua dokter dan satu PNS. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga tersangka penerima suap itu adalah IW, KS, dan SH. IW merupakan ASN yang bertugas sebagai dokter di Rutan Tanjung Gusta Medan dan KS merupakan ASN yang bertugas sebagai dokter di Dinkes Sumut.

"Total jumlah orang yang divaksin selama 15 kali pelaksanaan vaksinasi yang tidak sesuai peruntukan kurun waktu April sampai dengan Mei 2021, sebanyak 1.085 orang dengan nilai suap Rp 238.700.000," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra di Polda Sumut, Jalan SM Raja, Medan, Jumat (21/5).

Tonton juga Video: Emak-emak Party Tanpa Masker, Gubsu Edy Berang

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idh)