Polisi Ungkap Peluru dari Terduga Teroris di Babel Standar TNI/Polri

Deni Wahyono - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 16:08 WIB
Rumah terduga teroris di Bangka Belitung
Rumah terduga teroris di Bangka Belitung (Deni Wahyono/detikcom)
Pangkalpinang -

Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Anang Syarif Hidayat membenarkan terjadinya penangkapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Babel. Anang menyebut, di rumah terduga teroris inisial AS itu, ditemukan amunisi senjata api standar TNI dan Polri.

"Ditemukan juga peluru-peluru standar TNI/Polri, peluru-peluru kaliber 9 mm, 5,5 mm ada di sana," kata Irjen Anang Syarif Hidayat kepada wartawan di Mapolda Babel, Kamis (1/7/2021).

Anang menyebut polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa peralatan-peralatan untuk merakit senjata senja. Polisi juga mengamankan senjata laras panjang dan pendek.

"Jadi terbukti, sudah ada beberapa senjata laras panjang dan beberapa senjata laras pendek dan panah-panah," tegas Kapolda Babel.

Anang mengatakan, berdasarkan pengakuan AS, barang itu merupakan kiriman orang lain. Senjata itu, kata Anang, akan dikirimkan ke Poso, Sulawesi Tengah.

"Jadi barang-barang itu menurut pengakuan dari yang bersangkutan dikirim orang lain dan ditujukan kegiatan di Poso," kata dia.

Lebih lanjut, Anang mengatakan AS masih ditahan di Mapolda Babel. Polisi masih memeriksa terduga teroris itu.

"Iya, yang suplai dari sini, yang membuat dari sini. AS masih kita amankan (di Mapolda). Nanti kita kembangkan seperti apa. Memang berawal dari Jakarta, terus kita kembangan ke Bangka Belitung," jelas

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris: DS, SY, dan AS. Penangkapan dilakukan di Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim); Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar); dan Bangka Belitung (Babel).

"Hari ini, Rabu, 30 Juni 2021, Densus 88 Antiteror Polri Satgas Wilayah DKI bekerja sama dengan Satgas Wilayah Babel telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang diduga teroris, namanya adalah DS, SY, dan AS," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Rabu (30/6).

(lir/idh)