Pembuat Video Arisan Tumbal di Pondok Indah Siap Beri Bukti ke Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 14:09 WIB
Poster
Ilustrasi Viral (Edi wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pembuat video viral soal arisan sosialita yang menyelipkan ritual penumbalan manusia di Pondok Indah, Jakarta Selatan, buka suara. Dia mengaku siap membeberkan bukti yang dikantonginya kepada polisi jika dibutuhkan.

Pembuat video tersebut bernama Ramadhinisari. Dia mengaku bakal bersikap kooperatif jika dalam proses penyelidikan pihak kepolisian membutuhkan keterangannya.

"Kalaupun misalkan dari pihak kepolisian minta keterangan atau gimana ya, aku paling menjelaskan dari yang ada aja sih. Karena maksudnya aku kan ada bukti konkret chating-an aku. Jadi maksudnya aku pun di media sosial ceritanya tidak melebihkan memang sesuai dengan si orang ini ceritakan gitu," kata Ramadhinisari saat dihubungi detikcom, Kamis (1/7/2021).

Menurut Ramadhinisari, dia tidak pernah punya niat untuk membuat heboh masyarakat saat mengunggah videonya tentang tawaran memandu acara arisan sosialita tersebut. Dia mengaku ingin membuat rekan sejawatnya lebih waspada terhadap tawaran serupa.

Selain itu, dari percakapannya dengan sesama rekan profesinya, Ramadhinisari menyebut banyak rekan kerjanya yang juga pernah mendapatkan tawaran pekerjaan yang sama seperti yang telah dia beberkan di media sosial.

"Nah terus kenapa aku bikin konten TikTok karena ini banyak ditanyain juga ya rata-rata kenapa kok berani? Jadi yang kejadian ini tuh bukan aku aja. Karena ada beberapa temen aku yang seprofesi entah itu MC, dancer, dan lain-lain juga ada yang up cerita yang sama," ujar Ramadhinisari.

"Maksudnya mereka ditawari job yang sama gitu. Nah aku tuh takutnya ini tuh oknum dari orang iseng yang misalkan ujung-ujungnya penipuan temen-temen entertain lain yang mengiyakan, makanya aku cerita," sambungnya.

Ramadhinisari menambahkan, dia menyambut terbuka jika polisi bakal mengusut kasus tersebut. Dia berharap ada kejelasan dari tawaran pekerjaan 'aneh' tersebut.

"Jadi ya nggak apa-apa sih kalau sampai gitu (dimintai keterangan polisi). Aku cerita sesuai dengan nyatanya aja mungkin kalau pihak kepolisian mengusut kalau pun itu oknum berarti kalau sampai ketahuan kan bagus juga ya. Jadi nggak ada temen-temen lagi yang kena penipuannya," katanya.

Hingga saat ini, Ramadhinisari mengaku belum ada pihak kepolisian yang meminta keterangannya. Meski begitu, dia mengaku akan datang jika nantinya dipanggil untuk diklarifikasi polisi.

"Karena kalau pun aku nggak siap justru nanti aku disangkainnya penyebar hoax. Jadi kalau memang sampai harus ketemu polisi, ya, aku kan ada bukti jadi aku menjelaskan yang sesuai aku alami aja gitu," sebut Ramadhinisari.

Polisi sendiri telah turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Polisi bahkan membentuk tim khusus menyelidiki kasus ini.

"Ya, dipimpin Kanit Reskrim," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Donni Bagus Wibisono saat dihubungi wartawan, Kamis (1/7/2021).

Donni belum membeberkan lebih jauh perihal tim khusus tersebut. Dia mengatakan timnya masih bekerja mengumpulkan alat bukti dari informasi yang viral tersebut.

Terkait kemungkinan polisi memanggil pembuat video viral tersebut, Doni enggan berkomentar. Dia menyebut hal itu masuk dalam teknis penyelidikan pihaknya.

"Nanti itu teknis. Saya nggak mungkin membeberkan. Itu hal teknis," ujar Donni.

Lihat juga video 'Modus Bos Arisan Lebaran Tipu Emak-emak hingga Rp 1 M':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mae)