Pekerja di Riau Tewas Diterkam, Ini Tip Hindari Serangan Harimau

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 11:04 WIB
Penemuan mayat diduga diterkam harimau di Riau (dok. Istimewa)
Penemuan mayat diduga diterkam harimau di Riau (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Konflik harimau Sumatera dan manusia di Provinsi Riau kembali terjadi. Terbaru, ada seorang pekerja asal Dumai tewas akibat diterkam. Bagaimana cara menghindari serangan binatang buas tersebut?

"Ada beberapa tip menghindari serangan harimau Sumatera. Pertama harus paham, lokasi di mana sering ada harimau," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

Jika terpaksa beraktivitas di habitat harimau Sumatera, disarankan tidak pergi sendirian. Sebab, harimau Sumatera akan mudah melakukan penyerangan saat korban sendirian.

"Kalau kita harus beraktivitas di landscape harimau, jangan sendirian. Terakhir, kalau bisa, menghindarlah pelan-pelan, mundur, dan tidak membelakangi karena hampir semua korban diterkamnya dari belakang," kata Suharyono.

Terakhir, apabila menjumpai kemunculan satwa liar, BBKSDA menegaskan warga tidak bertindak anarkistis terhadap satwa liar yang dilindungi. Sebab, tindakan itu justru sangat berisiko dan berbahaya bagi keselamatan warga itu sendiri.

"Kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, dapat melapor kepada call center Balai Besar KSDA Riau dengan nomor 0813 7474 2981," katanya.

Khusus untuk lokasi ditemukannya Samino tewas, Suharyono memastikan lokasinya di dalam habitat alias rumah harimau. Sebab, di lokasi juga ditemukan banyak jejak dan terekam camera trap habitatnya lebih dari tiga ekor.

Selain di Dumai, konflik harimau Sumatera dan manusia juga terjadi beberapa hari lalu di Siak. Di mana, ada dua ekor kambing dan seekor anjing tewas dimangsa harimau di lokasi, Sungai Apit.

BBKSDA Riau memastikan pekerja tewas diterkam di Dumai berbeda dengan konflik di Siak. "Beda harimau, di Siak itu remaja. Tetapi untuk di Dumai itu dewasa dan anakan," tegas Kabid Balai BKSDA Wilayah II Heru Sutmantoro, Kamis (1/7/2021).

Walaupun belum diketahui secara pasti, namun untuk jejak dipastikan berbeda ukuran. Sehingga pihaknya memasang kamera trap di lokasi untuk memastikan ukuran dan jenis kelamin.

"Kami belum dapat data autentik yang di Dumai (penerkam pekerja), tapi dari jejak kaki berbeda ukuran untuk harimaunya," kata Heru.

Selain ukuran, Heri menyebut lokasi konflik di Dumai dan Siak berbeda habtat. Bahkan jarak untuk kedua lokasi juga sangat jauh.

"Selain ukuran tapak, ada soal kawasan. 2 lokasi itu berbeda kawasan. Lalu itu juga (Dumai) bukan wilayah jelajah harimau di Siak kemarin hingga konflik makan ternak kambing," katanya.

Simak juga 'Terekam Kamera! Harimau Cari Mangsa di Kawasan Permukiman Siak Riau':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/idh)