Hari Bhayangkara, Jokowi Minta Polri Berwajah Ramah hingga Presisi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 09:59 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-75 dari Istana Negara, Jakarta. Jokowi mengapresiasi kerja keras Polri yang aktif terlibat dalam menangani pandemi COVID-19.

"Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-75 dan juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras jajaran Polri dalam menangani pandemi COVID-19," kata Jokowi dalam pidatonya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021).

Kendati demikian, Jokowi meminta Polri tidak lengah menjalankan tugas pokoknya. Dia meminta Polri tidak lengah dalam melakukan penegakan hukum dan memberikan perlindungan ke masyarakat.

"Di tengah keseriusan Polri terlibat aktif dalam penanganan pandemi COVID-19, jangan lengah dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya. Polri jangan lengah sedikit pun dalam menjaga keamanan-ketertiban masyarakat dan penegakan hukum. Polri jangan pernah lengah dalam memberikan perlindungan, memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

"Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat, bentuk-bentuk ancaman terhadap kepentingan masyarakat bangsa dan negara juga semakin kompleks. Polri harus berpacu menguasai iptek agar tidak kalah dengan pelaku kejahatan. Penggunaan kewenangan Polri harus juga didukung oleh perkembangan teknologi mutakhir," sambung Jokowi.

Polri Harus Bijak dan Presisi

Jokowi mengingatkan Polri agar bijak dalam menggunakan kewenangannya saat melakukan penangkapan, penahanan, hingga penggeledahan. Sebab, lanjutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi.

"Saya ingatkan penggunaan kewenangan Polri melakukan penangkapan, melakukan penahanan, melakukan penggeledahan, melakukan penyitaan, dan seterusnya harus dilakukan secara bijak, harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ingat bahwa negara kita adalah negara Pancasila, negara demokrasi, negara yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia," kata dia.

Jokowi juga mengingatkan agar Polri tidak hanya tampil tegas dan tanpa pandang bulu. Polri, kata dia, juga harus tampil sebagai pengayom, berwajah ramah, dan Presisi.

"Polri bukan hanya harus tampil tegas dan tanpa pandang bulu, tetapi juga harus tampil sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Polri juga harus berwajah ramah dan selalu bersifat melayani masyarakat luas. Polri harus Presisi. Dalam menjalankan wewenangnya, Polri harus akurat dalam membuat keputusan, harus merujuk pada peraturan perundang-undangan, dan harus menjunjung tinggi norma-norma martabat masyarakat," papar Jokowi.

Karena itu, Jokowi meminta agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Polri harus diperhatikan secara serius. Dia meminta agar rekrutmen dan promosi dilakukan secara transparan.

"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengembangan SDM Polri harus diperhatikan secara serius. Rekrutmen, pendidikan, dan promosi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Harus mencari karakter yang sesuai dengan tugas-tugas Polri dan harus menguasai perkembangan iptek terbaru," ujarnya.

Benahi Kebijakan

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta Polri membenahi dan memperkuat manajemen dan kelembagaannya. Jokowi mengatakan pembenahan itu untuk mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi.

"Dalam rangka menghadapi tantangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, Polri harus membenahi dan memperkuat manajemen dan kelembagaannya. Polri harus membenahi secara komprehensif kebijakan perencanaan, kebijakan pengorganisasian, kebijakan penganggaran, serta monitoring dan evaluasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini untuk mendukung Polri yang modern," ungkapnya.

"Selamat bertugas dan teruslah memberikan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan pada negara. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa mempermudah kita dalam menjalankan amanah ini. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia, teruslah bertransformasi menuju Polri yang Presisi menjadi abdi utama nusa dan bangsa," pungkas Jokowi.

(mae/imk)