Plus Minus Dosen-Mahasiswa Bantu Nakes di RS Corona Menurut Epidemiolog

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 08:23 WIB
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa kondisi pasien COVID-19 yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) saat kegiatan berjemur dan olahraga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin  (21/12/2020). Kegiatan pemeriksaan kesehatan, berjemur dan berolahraga tersebut rutin dilakukan setiap pagi hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien yang menjalani isolasi.
Ilustrasi, tenaga kesehatan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar dosen dan mahasiswa dilibatkan membantu tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit yang menangani pasien Corona. Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memberi analisis soal plus-minus usulan itu.

"Saya setuju ya. Tapi ya tentu misalkan (mahasiswa) tingkat akhir, tapi ya (membantu) nakes disesuaikan diperbantukan," kata Dicky lewat pesan suara kepada detikcom, Rabu (30/6/2021).

"Tentu harus ada perlindungan yang maksimal dan dukungan kompensasi yang maksimal dan bukan dihadapkan pada frontline (garis depan) benar. Jadi sifatnya mendukung," lanjutnya.

Dicky mengatakan dosen dan mahasiswa yang ikut membantu nakes di RS Corona juga harus dipilih secara ketat. Dia juga menegaskan perekrutan mahasiswa serta dosen untuk membantu nakes menangani pasien Corona tidak boleh dilakukan dengan pemaksaan.

Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di klinik khusus anak-anak di Jakarta. Salah satunya para dokter disana kenakan alat pelindung diri saat bertugas.Ilustrasi, tenaga kesehatan (Rifkianto Nugroho/detikcom)

"Juga (mahasiswa dan dosen) sudah lengkap vaksinasinya tentu kalau menurut saya ya. Kalau belum lengkap vaksinasinya, ya jangan, termasuk APD-nya di tempat itu sudah terjamin," terang Dicky.

Dosen dan mahasiswa yang menjadi sukarelawan tersebut harus mengenakan minimal masker N95. Dia khawatir bila masih menggunakan masker medis biasa, para relawan akan terpapar varian baru Corona.

Dicky lalu mengungkap plus-minus jika dosen dan mahasiswa dilibatkan di rumah sakit. Positifnya, jumlah tenaga yang menangani pasien Corona di RS dapat bertambah.

"Negatifnya adalah, karena belum berpengalaman, tentu akan ada potensi-potensi yang bisa membahayakan yang bersangkutan maupun pasien ataupun orang lain sehingga itulah yang harus dibatasi ya. Makanya harus melibatkan organisasi profesinya. Kalau tidak, akan (ada) kesalahan," tuturnya.

Sejak memasuki pandemi COVID-19, petugas medis terus berjuang tiada henti untuk memerangi Corona.Sejak memasuki pandemi COVID-19, petugas medis terus berjuang tiada henti untuk memerangi Corona. (Pradita Utama/detikcom)

Usulan agar Dosen dan Mahasiswa Dilibatkan

Anies sebelumnya meminta tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung. Permintaan Anies kepada pemerintah pusat dalam rakor PPKM darurat itu tercantum dalam slide resmi Pemprov DKI Jakarta yang berjudul 'Situasi Penanganan Pandemi COVID-19 DKI Jakarta' seperti dikutip Rabu (30/6).

"Tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung; tenaga kesehatan di RS untuk dapat dipenuhi dari mahasiswa dan dosen; tracer profesional lapangan butuh tambahan 2.156 (untuk mencapai 15-30 per 100 ribu penduduk); tenaga vaksinator tambahan sejumlah 5.139 orang. (Nakes: 2.050 orang dan nonnakes: 3.089 orang)," bunyi dokumen itu.

Anies juga mengatakan pihaknya memerlukan regulasi terkait rapid antigen positif dan bergejala sedang hingga kritis agar bisa ditangani rumah sakit dan biayanya bisa diklaim. Selain itu, Anies meminta dukungan komunikasi intensif terkait efektivitas vaksin Corona.

Sejak memasuki pandemi COVID-19, petugas medis terus berjuang tiada henti untuk memerangi Corona.Sejak memasuki pandemi COVID-19, petugas medis terus berjuang tiada henti untuk memerangi Corona. (Pradita Utama/detikcom)

"Kebutuhan regulasi untuk mendukung rapid antigen positif bergejala sedang dan kritis dapat ditangani di RS dan diklaim pembiayaannya. Komunikasi publik secara lebih intensif terkait keamanan, efektivitas, dan kehalalan vaksin," demikian isi dokumen tersebut.

Simak video 'Ganjar Bakal Gandeng Kampus untuk Penuhi Kebutuhan Nakes di Jateng':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)