Prabowo Bertemu Dirjen WHO di Swiss saat Corona RI Melonjak, Bahas Apa?

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 07:22 WIB
Prabowo Subianto merapat ke Istana jelang pengumuman dan pelantikan menteri Kabinet Kerja Jilid II, Rabu (23/10/2019).
Foto: Menhan Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bertemu dengan Dirjen WHO Dr Tedros A Gebreyesus di Jenewa, Swiss. Apa yang dibahas keduanya?

Pertemuan Prabowo dengan Tedros A Gebreyesus dilakukan pada Rabu (30/6) kemarin di kantor pusat WHO, Jenewa, Swiss. Keduanya disebut membahas beberapa agenda berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19.

"Menhan dan Dirjen WHO membahas beberapa agenda terkait penanganan pandemi COVID-19 dan isu keamanan kesehatan lainnya," kata juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjutnak, dalam keterangannya, Kamis (1/7/2021).

Dahnil mengatakan dalam kesempatan itu Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Tedros berkaitan dengan fungsi WHO sebagai wadah yang memfasilitasi koordinasi antar negara dan mitra untuk penanganan COVID-19. Tak hanya itu, Dahnil menyebut Prabowo juga membahas terkait upaya meningkatakan kapasitas keamanan kesehatan Indonesia.

"Salah satu yang diangkat Menhan adalah upaya meningkatkan kapasitas Indonesia terkait dengan keamanan kesehatan Indonesia khususnya peran Kementerian Pertahanan dan sumber daya pertahanan dalam menghadapi pandemi saat ini dan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi kedaruratan kesehatan di masa yang akan datang," ucapnya.

Dahnil mengatakan Pemerintah Indonesia, lewat Menhan Prabowo, memang berencana membangun center of excellence di bidang keamanan kesehatan pada tingkat provinsi. Dengan begitu, kata dia, keamanan kesehatan hingga penanganan pandemi di seluruh RS Militer di Tanah Air bisa lebih kuat lagi.

"Indonesia berencana membangun Center of Excellence di bidang keamanan kesehatan di tingkat provinsi. Inisiarif ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam mendeteksi dan menangkal tantangan keamanan kesehatan di masa yang akan datang, dan akan terus memperkuat 110 RS Militer diseluruh Indonesia untuk penanganan pandemi," ujarnya.

"Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus menginisiasi upaya-upaya penguatan center of Excellence di Universitas Pertahanan Misalnya untuk memperkuat riset dan calon-calon Dokter Militer dan ahli-ahli biologi militer yang bisa menjadi kekuatan pertahanan kesehatan di masa yang akan datang, termasuk mendukung riset-riset penting bidang kesehatan yang dilakukan oleh dokter-dokter Militer di Rumah Sakit-Rumah Sakit Militer," lanjutnya.

Simak juga 'Indonesia Masuk Kategori A1 High Risk COVID-19?':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/mae)