Corona di Jakbar Merata, Anggota DPRD Ungkap Banyak Warga Ragu AstraZeneca

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 06:19 WIB
Program vaksinasi COVID-19 massal digelar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Vaksinasi massal tersebut menyasar para pekerja pelabuhan dan warga sekitar.
Ilustrasi AstraZeneca (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan tingginya kasus Corona di Jakarta Barat (Jakbar) saat berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengungkap temuan di Jakarta Barat terkait Corona.

"Minggu lalu saya membuka sentra vaksin di Grogol, Jakarta Barat. Ada temuan menarik, banyak yang masih takut dan ragu menggunakan vaksin AstraZeneca karena membaca berita-berita dan info mengenai Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) vaksin ini," ujar Ima lewat pesan singkat kepada detikcom, Rabu (30/6/2021) malam.

Politikus PDIP ini menyayangkan keraguan warga tersebut. Menurutnya, vaksin yang digunakan di Indonesia sudah melewati uji keamanan di BPOM dan ada jaminan halal dari MUI. Dia pun meminta Pemprov DKI membuat tim khusus untuk menyosialisasikan ke warga di Jakbar soal keamanan dan kehalalan vaksin.

"Saya usul agar Pemprov bisa lebih masif menyosialisasikan vaksinasi ini. Jika perlu bentuk tim kecil yang turun langsung ke tingkat RT, gandeng tokoh masyarakat di lingkungan itu agar tingkat penerimaannya lebih tinggi," jelas Ima.

Daftar Vaksin yang Diakui WHO, Mana Saja?Daftar Vaksin yang Diakui WHO, Mana Saja? Foto: ABC Australia

Selain itu, Ima menyoroti banyaknya tenaga kesehatan yang tumbang dan kelelahan. Dia menyebut hal itu dipicu banyaknya pasien yang silih berganti masuk-keluar rumah sakit.

"Saya mengusulkan Pemprov melibatkan tenaga kesehatan yang belum bekerja, namun sudah mempunya STR (surat tanda registrasi) untuk membantu nakes yang ada," tuturnya.

RT/RW Zona Aman Dikelilingi Zona Merah

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, mengatakan beberapa RT/RW di Jakarta Barat yang masih dapat dikategorikan zona aman COVID-19. Namun, wilayah tersebut dikeliling sejumlah RT/RW zona merah hingga akhirnya disorot Jokowi.

"Saya rasa saat ini kondisinya bukan hanya di Jakarta Barat saya yang banyak kasus penyebarannya, tapi sepanjang pantauan saya berdasarkan informasi masyarakat karena Jakbar kebetulan juga dapil saya, masih ada beberapa RT/RW yang termasuk dalam zona aman, hanya saja mungkin terkepung wilayah sekitarnya yang sudah zona merah berarti perlakuan dan perhatiannya sama, mungkin atas dasar itulah pernyataan pak Presiden," terang Rani.

Meski begitu, Rani menyebut masyarakat di Jakbar, masih terlihat beraktivitas normal. Pemkot Jakbar dan pemerintah pusat, kata Rani, terus berkoordinasi untuk merumuskan cara memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Warga tampak berkerumun saat berolahraga di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Minggu (7/3). Padahal kasus positif COVID-19 di DKI masih tinggi.Warga tampak berkerumun saat berolahraga. Foto: Rengga Sencaya/detikcom

"Sepanjang yang saya tahu saat ini pemerintah pusat dan wilayah sedang berkoordinasi untuk memutuskan langkah yang akan diambil ke depan untuk memutus rantai paparan, jadi kita tunggu saja hasilnya dalam beberapa waktu ke depan," ucapnya.

Disorot Jokowi

Jokowi menampilkan peta penyebaran Corona di Jakbar yang sudah merata. Jokowi mengatakan kondisi Corona di Indonesia saat ini harus disampaikan apa adanya.

"Kondisi-kondisi seperti ini harus disampaikan apa adanya. Saya berikan contoh peta misalnya di Jakarta Barat, RT/RW kelurahan yang terkena COVID, Bapak, Ibu, Saudara-saudara bisa lihat sudah seperti itu, sudah seperti itu. Artinya sudah merata," ujar Jokowi saat membuka Munas Kadin di Kendari seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6).

Jokowi Saat Tampikan Peta Corona di JakbarJokowi Saat Tampikan Peta Corona di Jakbar. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

Karena itu, Jokowi menyatakan harus ada keputusan tegas. PPKM darurat menjadi opsi yang bakal dipilih pemerintah.

"Sehingga memang harus ada sebuah keputusan yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Jokowi.

Simak video 'AstraZeneca CTMAV547 Dipastikan Aman, Satgas Harap Masyarakat Menerima':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)