PDIP Nilai DKI Butuh Relawan Urusi Pasien Corona Isolasi Mandiri

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 05:48 WIB
Seorang tenaga kesehatan membuang baju hazmat usai bertugas merawat pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa(15/6/2021). Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono, pihaknya menambah jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak menilai Jakarta saat ini membutuhkan sukarelawan untuk mengurus pasien Corona yang tak tertangani rumah sakit. Dia menilai hal itu bisa membantu tugas tenaga kesehatan.

"Sukarelawan untuk bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sukarelawan untuk bisa mengurus para pasien yang tidak tertangani di rumah sakit," ujar Johnny kepada detikcom, Rabu (30/6/2021) malam.

Johnny menyebut sukarelawan dapat ditugaskan membantu pelayanan para pasien Corona yang sedang melakukan isolasi mandiri. Menurut Johnny, saat ini lebih banyak pasien yang isolasi di rumah.

Petugas dari kecamatan Cilandak membawa peti mati di jalan Fatmawati, Jakarta, Jumat (28/8/2020). Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Kampanye unik ini juga diikuti oleh TNI, Polri dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI.Ilustrasi, tenaga kesehatan (Foto: Ari Saputra/detikcom)

"Iya untuk yang isoman, semuanya kita harapkan untuk menjadi sukarelawan," kata Johnny.

Dia menilai sukarelawan itu bisa membantu para pasien Corona yang sedang isolasi mandiri mendapat obat-obatan serta makanan. Hal itu ditujukan agar pasien tersebut tetap bisa berada di lokasi isolasi.

Selain itu, di juga menilai sukarelawan bisa membantu pelayanan di rumah sakit. Sukarelawan COVID-19 juga dinilainya bisa membantu di pemakaman.

"Terus menjadi sukarelawan ketika misalnya ke rumah sakit, terus di pemakaman, tenaga-tenaga pemulasaraan jenazah segala macam jadi harus semua ya," jelasnya.

Anies Minta Dosen-Mahasiswa Jadi Nakes di RS Corona

Usulan tambahan tenaga penanganan Corona sempat disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia meminta tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

Permintaan Anies kepada pemerintah pusat itu disampaikan dalam rakor PPKM darurat. Hal tersebut tercantum dalam slide resmi Pemprov DKI Jakarta yang berjudul 'Situasi Penanganan Pandemi COVID-19 DKI Jakarta' seperti dikutip Rabu (30/6).

"Tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung; tenaga kesehatan di RS untuk dapat dipenuhi dari mahasiswa dan dosen; tracer profesional lapangan butuh tambahan 2.156 (untuk mencapai 15-30 per 100 ribu penduduk); tenaga vaksinator tambahan sejumlah 5.139 orang. (Nakes: 2.050 orang dan nonnakes: 3.089 orang)," bunyi dokumen itu.

Simak juga 'Ruang Isolasi di Rusun Nagrak Sudah Terisi 86,26%':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)