Round-Up

Bara di Yalimo Papua Berlanjut ke Blokir Bandara

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 05:03 WIB
Sejumlah gedung pemerintahan dibakar massa di Yalimo Papua
Foto: Dok. Istimewa
Yalimo -

Amukan massa usai membakar kantor KPU hingga Gedung DPRD Yalimo, Papua, berlanjut dengan memblokir bandara. Amukan itu dipicu ketidakpuasan massa dengan hasil putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pilbup Yalimo.

Aksi perusakan dan pembakaran di Yalimo terjadi pada Selasa (29/6/2021) sore. Kamal mengatakan ada 8 kantor pemerintah yang dibakar massa, yakni kantor KPU, kantor Bawaslu, kantor Gakkumdu, kantor DPRD, kantor Dinas Kesehatan, kantor BPMK, kantor Perhubungan, Bank Papua.

Selain kantor pemerintahan, sejumlah bangunan milik warga juga dirusak dan dibakar. Tak hanya itu, massa juga menutup seluruh akses jalan di sekitar lokasi. Termasuk, memblokir bandara.

"Bandara masih diblokir dan jalan dari Wamena juga diblokir. Kami masih laksanakan komunikasi dengan beberapa pihak," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal saat dihubungi, Rabu (30/6/2021).


Pemicu Aksi Pembakaran Gedung

Penyebab amukan massa itu karena ditenggarai putusan MK. Kamal menyebut massa mulai mengamuk setelah mendengar putusan MK terkait diskualifikasi paslon yang mereka dukung.

"Setelah mendengarkan hasil putusan MK, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan bahwa pasangan calon bupati nomor urut 01, yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil, di Pilkada Kabupaten Yalimo didiskualifikasi, kemudian massa melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa gedung milik pemerintahan," ucapnya.


Polisi Gelar Pertemuan

Polisi gelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat YalimoPolisi gelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo. Foto: dok. istimewa

Polisi pun melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo untuk membahas situasi yang terjadi. Kapolres Yalimo AKBP Hesman S Napitupulu didampingi Pabung Kodim Karangka Mayor Inf Tri Fachriansyah bertemu tokoh masyarakat sekitar.

Pihak TNI-Polri terus berupaya mencegah korban dengan mengamankan masyarakat ke pos masing-masing. Pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat ini juga dilakukan untuk menenangkan warga.

"Kami berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta tidak melakukan aksi-aksi yang dapat merugikan bersama. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas sehingga terciptanya kondusivitas di Kabupaten Yalimo," ujarnya.

Simak juga 'Majelis Rakyat Papua Temui Mahfud Md, Bahas Kesejahteraan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/maa)