Pemkot Mojokerto Harap Kondisi Lockdown Tak Terjadi di Mojokerto

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 22:42 WIB
Ika Puspitasari
Foto: pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto mengungkap kondisi terkini terkait penyebaran COVID-19 di Kota Mojokerto. Menilik kondisi saat ini, Pemkot Mojokerto mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan COVID-19 di masing-masing lingkungan.

Berdasarkan keterangan resmi dari Pemkot Mojokerto, sektor ekonomi diharapkan dapat terus bergerak untuk saat ini.

"Kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD pengampu secara masif agar tidak sampai skor kita masuk di zona merah," dikutip dari keterangan resmi Pemkot Mojokerto, Rabu (30/6/2021).

Untuk itu, Pemkot Mojokerto mengimbau masyarakat untuk taat protokol kesehatan agar tak perlu ada larangan kegiatan dalam rangka perputaran ekonomi. Pemkot Mojokerto juga memastikan untuk terus melakukan peninjauan agar masyarakat taat protokol kesehatan setiap kali berkegiatan. Masyarakat juga diimbau untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling melindungi dalam kondisi seperti sekarang ini.

Sementara itu, berdasarkan update dalam dua minggu terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus di Kota Mojokerto dengan adanya klaster Sidomulyo, Sekarputih, dan Pekayon.

Pemkot Mojokerto memiliki 2 rumah sakit rujukan yang diutamakan untuk pasien bergejala berat. Adapun rincian fasilitas yang dimiliki kedua rumah sakit tersebut antara lain 105 tempat tidur isolasi dan 7 tempat tidur ICU di RSUD Mojokerto. Serta 67 tempat tidur isolasi dan 12 tempat tidur ICU di RS Gatoel Mojokerto.

"Keterisian TT di seluruh RS di Kota Mojokerto per 29 Juni 2021 adalah 86, 8% untuk TT isolasi dan 95% untuk TT ICU. Dengan 40% pasiennya adalah warga Kota Mojokerto dan selebihnya pasien dari luar Kota Mojokerto," tambahnya.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan rumah karantina di Rusunawa untuk pasien COVID-19 bergejala sedang. Rumah karantina ini memiliki total kapasitas 67 tempat tidur yang saat ini telah terisi penuh. Untuk itu, pihak pemkot menambah rumah karantina baru di Balai Diklat Kota Mojokerto dengan kapasitas 25 tempat tidur.

Sementara itu, saat ini tercatat ad 244 orang warga terpapar COVID-19 dengan gejala ringan ataupun orang tanpa gejala (OTG) yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Untuk warga yang melakukan isoman, Pemkot Mojokerto memberikan fasilitas berupa makanan, vitamin, dan probiotik.

Selain itu, Satgas COVID-19 Mojokerto juga diketahui telah melakukan rapat koordinasi dengan hasil evaluasi sebagai berikut.

  • Terjadi penularan yang lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru COVID-19.
  • Satu-satunya upaya pencegahan yang paling ampuh adalah disiplin dalam protokol Kesehatan 5M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan membatasi bepergian atau mobilisasi).
  • Masyarakat yang sakit diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi lebih parah.
  • Vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan COVID-19, tetapi menurunkan risiko keparahan akibat terinfeksi COVID-19.
  • Mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan COVID-19 di masing-masing lingkungan

Satgas COVID-19 telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro, serta mengoptimalkan Posko COVID-19 di level kelurahan. Adapun SE ini berlaku mulai 23 Juni 2021 hingga 5 Juli 2021.

Terakhir, pihak Pemkot mengingatkan masyarakat untuk mengecek kondisi terkini terkait penyebaran COVID-19 di wilayah Kota Mojokerto situs covid19.mojokertokota.go.id. Situs ini akan menyampaikan informasi ter-update zonasi pada tiap RT sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021.

(mul/ega)