Polisi Temui Tokoh Agama-Masyarakat Yalimo Usai Kerusuhan Buntut Putusan MK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 21:13 WIB
Polisi gelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo
Polisi gelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kerusuhan terjadi di Yalimo, Papua, buntut ketidakpuasan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Polisi pun melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo untuk membahas situasi yang terjadi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan pertemuan digelar hari ini. Kapolres Yalimo AKBP Hesman S Napitupulu didampingi Pabung Kodim Karangka Mayor Inf Tri Fachriansyah bertemu tokoh agama dan tokoh masyarakat Yalimo di Distrik Elelim.

"Kapolres Yalimo beserta personel melaksanakan patroli di seputaran Distrik Elelim dan melakukan pemantauan di beberapa lokasi kejadian. Selanjutnya Kapolres Yalimo, Pabung Kodim Karangka, tokoh agama dan tokoh masyarakat melaksanakan pertemuan guna membahas situasi yang terjadi," kata Kamal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).

Kamal mengatakan pihak TNI-Polri terus berupaya mencegah korban dengan mengamankan masyarakat ke pos masing-masing. Pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat ini juga dilakukan untuk menenangkan warga.

"Kemarin para tokoh sudah berupaya menemui masyarakat dan menenangkan massa, namun aksi anarkis tidak terhindarkan," ucapnya.

"Maka pertemuan hari ini kita upayakan jangan sampai aksi-aksi perusakan dan pembakaran meluas. Oleh karena itu, kita perlu segera bertindak bersama antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama," tambahnya.

Kamal juga menjelaskan hasil pertemuan Kapolres Yalimo, Pabung Kodim Karangka, bersama para tokoh. Menurutnya, kerusuhan terjadi karena terdapat masyarakat yang belum puas atas hasil putusan MK dan menyatakan sikapnya.

"Kami berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta tidak melakukan aksi-aksi yang dapat merugikan bersama. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas sehingga terciptanya kondusivitas di Kabupaten Yalimo," ujarnya.

Massa Rusak Kantor Pemerintah di Yalimo

Sekelompok massa membakar serta merusak sejumlah kantor pemerintah, seperti gedung KPU dan gedung DPRD di Kabupaten Yalimo, Papua. Tak hanya itu, massa juga dilaporkan menutup seluruh akses jalan di sekitar lokasi.

Kamal mengatakan pembakaran hingga penutupan akses jalan itu terjadi pada Selasa (29/6) pukul 16.00 WIT. Dia menyebut pembakaran dilakukan lantaran pendukung salah satu paslon di Yalimo tidak terima akan putusan MK.

"Telah terjadi pembakaran gedung pemerintah yang dilakukan oleh massa pendukung nomor urut 01 yang tidak puas atas hasil sidang putusan MK terkait perkara Pilkada Kabupaten Yalimo," kata Kamal dalam keterangannya.

Kamal mengatakan massa pendukung paslon 01 awalnya menyaksikan putusan MK tersebut secara daring. Dia menyebut massa mulai mengamuk setelah mendengar putusan MK terkait diskualifikasi paslon yang mereka dukung.

"Setelah mendengarkan hasil putusan MK, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan bahwa pasangan calon bupati nomor urut 01, yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil, di Pilkada Kabupaten Yalimo didiskualifikasi, kemudian massa melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa gedung milik pemerintahan," ucapnya.

(fas/haf)