Iran: Barat Harus Minta Maaf!
Selasa, 21 Mar 2006 10:29 WIB
Jakarta - Pemerintah Iran bersikeras untuk terus melawan desakan internasional agar program nuklirnya dihentikan. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahkan mencetuskan, negara-negara Barat harus minta maaf kepada Iran karena menuduhnya mengembangkan program senjata nuklir."Sekarang mereka bilang pada negara kami bahwa energi nuklir merupakan hal yang buruk dan tidak perlu bagi rakyat kami untuk memilikinya. Tapi bangsa Iran bertahan pada haknya," tegas Ahmadinejad dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional."Mereka yang memimpin perang dan kejahatan menuduh negara Iran memancing perang. Mereka menghina negara kami. Saya benar-benar mengimbau mereka untuk minta maaf," tegas pemimpin republik Islam itu seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (21/3/2006).Ahmadinejad menekankan bahwa Iran berhak menjalankan program nuklir untuk kepentingan sipil. Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi. Namun AS dan Eropa menuding Iran berupaya mengembangkan senjata atom lewat aktivitas nuklirnya. Masalah nuklir Iran saat ini tengah dibahas oleh Dewan Keamanan PBB yang memiliki otoritas untuk menjatuhkan kemungkinan sanksi bagi Iran.
(ita/)











































