Ma'ruf Amin Soroti BOR ICU di Tangsel Tembus 98%!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 13:30 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti kondisi pandemi Corona di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ma'ruf Amin meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Ma'ruf Amin awalnya memaparkan bahwa Corona varian Delta menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Corona di Indonesia. Peningkatan kasus ini turut mempengaruhi kondisi ruang perawatan di rumah sakit.

"Seperti yang kita ketahui, ancaman COVID-19 sampai saat ini belum berakhir, bahkan terjadi tren peningkatan kasus pascalibur Lebaran dan akibat interaksi sosial, aktivitas ekonomi serta masuknya virus COVID-19 varian Delta. Kita semua harus lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Dampak dari meningkatnya kasus COVID-19 dalam satu bulan terakhir ini berpengaruh pada tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit bagi pasien COVID-19," kata Ma'ruf Amin dalam siaran YouTube Yayasan Dewa Dewi Dedi Indonesia, Rabu (30/6/2021).

Ma'ruf menyebut BOR ICU di Tangsel saat ini mencapai 98 persen. Hal itu disampaikan Ma'ruf saat melakukan sambutan virtual pada vaksinasi massal tahap II kerja sama Yayasan Dewa Dewi Indonesia dengan Traveloka dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

"Informasi yang saya terima untuk Kota Tangerang Selatan, bahwa BOR ICU sudah mencapai 98 persen dari total 51 kamar ICU yang tersedia dan BOR isolasi sudah mencapai 86 persen dari 645 tempat tidur, dan hanya tersisa 93 tempat tidur per 25 Juni 2021," kata dia.

Ma'ruf mengatakan peningkatan BOR rumah sakit itu mendapat respons dari pemerintah. Dia mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya menambah jumlah tempat tidur.

"Melihat tren lonjakan kasus dan peningkatan BOR rumah sakit, pemerintah dan pemerintah daerah telah berupaya menambah jumlah tempat tidur, tenaga kesehatan, dan melakukan pembatasan mobilitas masyarakat lebih ketat, melakukan intensifikasi pelaksanaan testing dan tracing, serta melakukan vaksinasi secara besar-besaran," kata dia.