Inggris Kini Kekeringan: Dilarang Mandi Berendam
Selasa, 21 Mar 2006 09:35 WIB
London - Inggris kekeringan? Ini bukan guyonan. Alias benar-benar sedang terjadi. Inggris yang dikenal sebagai salah satu negara dengan curah hujan tertinggi di Eropa sedang mengalami kesulitan air.Wartawan detikcom di London, Liza Arifin, Selasa (21/3/2006) melaporkan, di daerah Inggris Tenggara, tempat-tempat penyimpanan air atau reservoir turun hingga 58 persen dari kapasitas normal untuk bulan Maret. Ini merupakan situasi terparah yang pernah dihadapi Inggris Tenggara dalam 100 tahun terakhir.Perusahaan air terbesar Inggris, Thames Water, mulai April mendatang, terpaksa akan melakukan berbagai peraturan pembatasan penggunaan air yang pertama dalam 15 tahun terakhir.Thames Water mengeluarkan larangan penggunaan selang air berdaya semprot tinggi dan sprinkler, alat penyiram tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Alat siram ini lazimnya digunakan untuk menyiram lapangan bola, golf dan taman.Larangan itu akan berdampak pada sekitar 8 juta pelanggan, termasuk mereka yang tinggal di daerah London dan sekitarnya. Kalau situasi terus memburuk lembaga lingkungan pemerintah Inggris malah memperingatkan harus ada tindakan lebih drastic lagi. Daerah Kent dan Sussex yang berbatasan dengan London harus bersedia dikenai pembatasan penggunaan air atau dikenai giliran pematian liran air setiap harinya.Dua perusahaan air di Inggris Tenggara yang lebih lebih kecil dari Thames Water, Folkestone dan Dover Water, malah sudah mendapat persetujuan dari pemerintah untuk memasang meteran air. Sehingga para pelanggannya tidak lagi bebas menggunakan air.Berbagai penyebab kekeringan, sebagai dinyatakan lembaga lingkungan pemerintah Inggris: curah hujan yang jauh di bawah normal selama setahun belakangan ini, berkurangnya daerah resapan karena cepatnya pembangunan kota-kota baru, penggunaan air tanah yang berlebihan, dan sedikitnya reservoir di wilayah Inggris Tenggara.Tetapi badan pengawas konsumen Inggris juga menunjukkan ketidakefisienan perusahaan air di Inggris. Diperkirakan sekitar 27 persen air atau hampir sepertiga yang didistribusi terbuang percuma karena berbagai kebocoran pipa air yang sudah ketinggalan jaman.Rata-rata pipa air di Inggris dibangun sekitar seratusan tahun yang lalu di jaman Victoria dan banyak yang sudah memerlukan pergantian. Pipa-pipa air itu menurut Thames Water sebetulnya diperkirakan akan bisa bertahan ratusan tahun tetapi dengan semakin banyaknya kendaraan-kendaraan berat yang melewati di atasnya akhirnya tidak bisa bertahan seperti yang dirancang semula.Thames Water mengatakan mereka sedang melakukan berbagai pergantian tetapi tetap akan membutuhkan waktu. Thames Water menganjurkan agar para konsumen juga mengirit pemakaian air seperti tidak mandi berendan tetapi menggunakan shower (pancuran air), mencuci mobil menggunakan ember dan bukannya selang, mematikan kran air saat sikat gigi, dan tidak menyiram kebun setiap hari.
(bdi/)











































