Penyebab KMP Yunicee Tenggelam di Selat Bali Masih Diinvestigasi

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 10:44 WIB
Evakuasi KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali
Evakuasi korban KMP Yunicee (Ardian Fanani/detikcom)
Denpasar -

Tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee di Selat Bali masih diinvestigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Belajar dari kasus tenggelamnya KMP Yunice, Dinas Perhubungan (Dishub) Bali akan mengevaluasi penataan muatan kapal.

"Diinvestigasi oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta di kantor Gubernur Bali, Rabu (30/6/2021).

Selain KNKT, Samsi mengatakan bahwa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bakal turun melakukan tugasnya menyikapi kecelakaan KMP Yunicee. Karena kejadian berada antara dua wilayah, maka BPTD Jawa Timur dan BPTD Bali-NTB yang bakal menyikapi hal tersebut.

"Masing-masing melakukan tugasnya lah untuk melihat seperti apa proses yang terjadi secara internal. Seperti apa kapal ini bergerak sebelumnya bagaimana. Karena kan sebelumnya pasti dari Gilimanuk dia," jelas Samsi.

Samsi mengatakan pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang. Karena itu, harus dilakukan evaluasi seperti apa sebenarnya kondisi pemuatan, administrasi, dan sebagainya dalam kapal tersebut.

"Ini situasi yang tidak mengenakan buat kita semua. Artinya, bukan sesuatu yang biasa. Nah, karena itu harus dianggap sebagai sesuatu yang harus diinvestigasi kemudian kita akan lihat seperti apa masalahnya," terang Samsi.

Menurut Samsi, kini pihaknya berpikir mengenai upaya mencegah kejadian serupa. Rencananya ia melakukan penataan terhadap kapal-kapal angkutan.

"Kalau kita utamanya sih berpikir bagaimana caranya mencegah hal ini terjadi lagi. Apakah misalnya muatan kita tata, kalau bisa kapal-kapal yang mengangkut barang itu ya benar-benar kapal barang," jelasnya.

KMP Yunicee yang sedianya hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk terbalik dan tenggelam pada Selasa (29/6) sekitar pukul 19.20 Wita. Tujuh orang tewas dan enam lainnya masih dalam pencarian.

"Jumlah korban meninggal 7 orang, selamat 44 orang, dan dalam pencarian 6 orang," kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (30/6) pagi.

Menurut Darmada, hingga Rabu (30/6) pukul 07.20 Wita, data manifes ada sebanyak 41 penumpang, ABK 13 orang dan petugas kantin 3 orang. Namun hingga saat ini korban yang berhasil dievakuasi, yakni sebanyak 59, baik yang selamat maupun meninggal. Jumlah tersebut sudah lebih dibandingkan dengan data manifes yang ada.

Tenggelamnya KMP Yunicee diduga karena lambung kapal yang pecah sehingga air masuk dan membuat kapal penyeberangan di Selat Bali itu tenggelam. Namun penyebab pasti belum bisa diketahui karena juga ada dugaan kapal kelebihan muatan.

"(Penyebab) belum diketahui. Kita belum bisa menyimpulkan itu (penyebab kecelakaan), salah satu faktor usia, bisa juga faktor human error, bisa juga faktor alam," kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Tonton video 'KMP Yunicee Tenggelam, Komisi V Minta Kemenhub Audit Internal':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)