Menpora Akan Gelar Side Event Dukung G20 & KTT ASEAN di Labuan Bajo

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 22:14 WIB
Menpora Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Zainudin Amali mengikuti rapat koordinasi persiapan terkait Pre Event G-20 dan KTT ASEAN di Labuan Bajo. Rapat yang berlangsung virtual ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam kesempatan ini, Luhut menegaskan pihaknya ingin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 dan KTT ASEAN 2023 di Indonesia betul-betul dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan ekonomi kreatif.

"Tujuan utama adalah untuk mempromosikan lima DPSP melalui penyelenggaraan KTT G-20 2022 dan KTT ASEAN 2023. Memanfaatkan momentum dua KTT sebagai batu loncatan pemulihan ekonomi nasional salah satunya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ditetapkan proses digitalisasi," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Ia mengungkap Pre Event G-20 salah satunya akan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menurutnya, masih banyak yang perlu dipersiapkan untuk menjadi lokasi pre event G-20 dan KTT ASEAN, terutama terkait sarana dan prasarana.

Luhut pun menilai, penyelenggaraan pre event di lima DPSP akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung seperti akomodasi jalan dan fasilitas umum. Tak hanya itu, penyelenggaraan ini juga dinilai akan mengembangkan citra (brainly) sebagai kawasan pariwisata yang berkualitas.

"Program persiapan pre event G-20 di Labuan Bajo akan menjadi pIlot project dan parameter untuk mengukur kesiapan pelaksana kegiatan di lima DPSP dan lokasi lainnya," ungkapnya.

Ia memaparkan saat ini, di Labuan Bajo sudah tersedia 9 hotel dengan private resort yang memiliki total kamar beroperasi sebanyak 848 kamar.

"Sedangkan ketersediaan venue untuk pelaksanaan event memiliki kapasitas 350 pax," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengungkap pre event ini rencananya akan digelar antara Desember-Oktober atau sebelum KTT G-20 yang akan digelar pada November 2022. Ia mengatakan sebelum event KTT G-20 ini dilaksanakan, Labuan Bajo dan lima DPSP lainnya dapat dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan pre event berupa sidang tingkat menteri dan lainnya.

"Sehingga nanti Indonesia betul-betul lebih dikenal lagi mengenai persiapan tujuan wisata," harapnya.

Luhut juga menjelaskan, pelaksanaan KTT G-20 nantinya akan berlangsung di Bali. Sementara Labuan Bajo akan dimanfaatkan sebagai lokasi untuk side event berupa seminar, workshop, FDG, gelar budaya, pameran dan berbagai macam forum.

"Kemudian pada bulan Desember atau setelah event G-20, dapat dimanfaatkan sebagai batu loncatan percepatan ekonomi termasuk ekonomi digital, ekonomi kreatif, telework, penggunaan green teknologi dan otomatisasi," ujar Luhut.

Untuk itu, Luhut meminta Kementerian Pariwisata agar dapat berkoordinasi penuh dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kominfo, dan Kementerian BUMN serta pemerintah daerah untuk mempersiapkan infrastruktur serta akomodasi transportasi guna menunjang event di Labuan Bajo.

"Kemudian Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, Kemenpora dan Bappenas serta pelaku dari sistem digital untuk menyusun usulan penyelenggaraan kegiatan pre event dalam rapat tingkat menteri tentang eksklusivitas dan transformasi terkait pemberdayaan perempuan, pemuda dan seterusnya," terangnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan pihaknya siap menyukseskan pre event G-20 di Labuan Bajo dan lima DPSP lainnya.

"Kami mengikuti apa yang menjadi bagian dari tugas kami yakni di situ di side event, kita akan menyesuaikan dengan arahan dari kepanitiaan yang besar kita akan tindaklanjuti di pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat di tingkat eselon I," ungkap Amali.

"Pada prinsipnya kami siap dan sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian tadi kita juga akan siap mengalokasikan anggaran untuk G-20 ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, rapat koordinasi ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dan sejumlah menteri di bawah koordinasi tiga Kemenko tersebut.

(akn/ega)