Gedung KPK Ditembak Laser, KPK: Yang Tepat 'Berani Jujur Hebat'

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 08:37 WIB
Jakarta -

Gedung Merah Putih KPK ditembaki laser untuk menyuarakan kritik ke KPK dengan tulisan 'Berani Jujur Pecat' semalam. KPK merasa jargon tersebut tidak tepat dan seharusnya 'Berani Jujur Hebat'.

"Jadi mengenai jargon 'Berani Jujur Pecat', kami rasa yang tepat 'Berani Jujur Hebat'," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Ali mengatakan KPK mengapresiasi para pihak yang dianggap mendukung lembaga antirasuah ini. Kata Ali, KPK sadar bahwa masyarakat punya peran serta dalam mendukung pemberantasan korupsi.

"KPK mengapresiasi pihak-pihak yang senantiasa mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena kami sadari betul bahwa setiap bagian masyarakat punya peran masing-masing untuk ikut mendukung pemberantasan korupsi," katanya.

"Oleh karenanya, KPK tak bosan-bosan terus mengajak masyarakat melalui jargon-jargon antikorupsi, diantaranya 'Berani Jujur Hebat'," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali juga menegaskan bahwa ada sembilan nilai dalam antikorupsi yang harus ditanamkan. Nilai-nilai itu di antaranya jujur, peduli, hingga berani dan adil.

"Karena jujur dan delapan nilai antikorupsi lainnya merupakan sikap dasar yang harus kita tanamkan dengan sungguh-sungguh agar tak terjerumus pada korupsi," ujarnya.

"Masyarakat tentu masih ingat dengan sembilan nilai antikorupsi, bukan? Jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil," sambungnya.

Sebelumnya, Gedung Merah Putih KPK ditembaki laser yang menyuarakan kritik ke KPK. Salah satu kritik yang dilontarkan melalui tembakan laser itu adalah 'Berani Jujur Pecat'.

Pantauan detikcom, tampak gedung KPK yang terletak di Jalan Persada Kuningan, Jakarta Selatan, itu disorot laser dengan tulisan berwarna hijau dan merah pada Senin (26/8) malam. Laser itu terlihat membentuk tulisan 'Save KPK', 'Mosi Tidak Percaya', dan lainnya.

Aksi ini dilakukan oleh Greenpeace Indonesia yang dikoordinatori oleh Asep Komaruddin. Asep mengatakan aksinya ini merupakan tindakan untuk menyelamatkan lembaga antirasuah itu dari upaya pelemahan.

"Upaya pelemahan KPK ini akan semakin memperburuk integritas KPK sebagai lembaga antikorupsi di negeri ini," ujar Asep.

Selain itu, Asep mengatakan upaya pelemahan itu berdampak pada kerusakan lingkungan karena ada celah korupsi. Tindakan korupsi itu adalah soal perizinan pada perusahaan dalam membuka lahan.

"Tidak hanya itu, kerusakan lingkungan khususnya yang berkaitan dengan alih fungsi lahan akan semakin menjadi-jadi, karena salah satu celah korupsi adalah saat kepala daerah memberikan atau memperpanjang izin kepada perusahaan untuk membuka lahan, ini merupakan bagian dari praktik state capture corruption," ujarnya.

(dwia/dwia)