Belawan Mulai Normal

Belawan Mulai Normal

- detikNews
Senin, 20 Mar 2006 21:19 WIB
Medan - Mogok angkutan yang juga berangsung di Pelabuhan Belawan sejak Senin siang (20/3/2006), diperkirakan menyebabkan kerugian mencapai US$ 5 ribu. Mogok kerja itu mengakibatkan kapal-kapal mengalami penundaan bongkar muat. Ratusan kontainer teronggok pada sejumlah kapal yang bersandar di Belawan. Keterangan yang diberikan Kepala Adpel Pelabuhan Belawan Susetyo W Hady, menyebutkan, aktifitas pengangkutan barang dan jasa menimbulkan kerugian berkisar US$ 3.000 hingga US$ 5.000. Angka itu merupakan jumlah rata-rata pendapatan yang diperoleh dari kapal yang biasa merapat di dermaga setiap hari. Pelabuhan Belawan yang berada sekitar 20 kilmeter dari pusat Kota Medan, umumnya setiap hari disandari 10 kapal yang mengangkut 300 sampai 400 kontainer. "Saya belum mendapat laporan dari staf jumlah kapal barang yang bersandar di pelabuhan Belawan hari ini, tetapi biasanya mencapai 10 unit perharinya," kata Susetyo W Hady kepada wartawan di Belawan, Senin (20/3/2006) sore. Menurut Susetyo, upaya negosiasi dengan pengusaha pengangkutan sejauh ini sudah membuahkan hasil dengan mulai beroperasinya seratusan sopir truk sekitar pukul 16.00 WIB. Aktifitas pengangkutan barang sudah mulai berjalan. Sejumlah truk terlihat mulai keluar masuk pelabuhan mengangkut kontainer. Begitu juga dengan buruh bongkar muat. Sementara truk lainnya sengaja diparkirkan di gudang-gudang milik pengusaha pengangkutan yang terdapat di sepanjang Jalan Medan-Belawan. Susetyo menyatakan, kemungkinan pada Selasa esok (21/3/2006), aktifitas pengangkutan barang dan jasa akan kembali pulih. Disebutkan Susetyo, sejauh ini masih terus dilakukan upaya pendekatan dengan para supir dan pemilik armada pengangkutan untuk mengoperasionalkan armada masing-masing. Di Belawan sendiri, tercatat 2.300 unit truk berbagai jenis yang dihentikan pengoperasiannya. Selain itu, terdapat pula 3.400 buruh bongkar muat yang juga menghentikan aktifitasnya. Seperti diketahui, aksi mogok para sopir truk yang mulai dilakukan hari ini berlangsung serentak di di empat pelabuhan besar nasional, yakni Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya dan Belawan. Mogok ini merupakan rangkaian dari tuntutan kepada pemerintah atas penghapusan berbagai pungli dan berbagai pungutan resmi yang sangat memberatkan pengusaha angkutan. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads