KPK Eksekusi Terpidana Korupsi Proyek Jalan Bengkalis ke Lapas Pekanbaru

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 18:25 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK mengeksekusi terpidana kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis, Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan, ke Lapas Pekanbaru. Makmur akan menjalani hukuman penjara selama 13 tahun karena terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau.

"Hari ini (28/6/2021) Jaksa Eksekusi Leo Sukoto Manalu telah melaksanakan putusan MA dengan terpidana Makmur alias Aan, dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pekanbaru untuk menjalani pidana badan selama 13 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Hal itu sesuai dengan putusan dengan Nomor: 931 K/Pid.Sus/2021 tanggal 7 April 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Pekanbaru Nomor: 18/ PID.SUS-TPK/2020/PT PBR tanggal 1 Oktober 2020 jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru Nomor: 14/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Pbr tanggal 29 Juli 2020.

Ali mengatakan Makmur juga dikenakan denda sebanyak Rp 650 juta. Namun, apabila tidak dapat dibayarkan, bisa diganti dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

"Terpidana juga dijatuhi pidana denda sejumlah Rp 650 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata Ali.

Selain itu, Makmur juga dikenakan uang pengganti sebanyak Rp 60,5 miliar dalam waktu satu bulan. Bila tidak sanggup membayar, harta benda Makmur akan disita KPK dan apabila tidak mempunyai harta benda, dapat digantikan hukuman penjara selama 5 tahun.

"Dibebani pula kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Rp 60,5 miliar paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap dan apabila tidak mampu maka harta bendanya akan disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut, dengan ketentuan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun," ujarnya.