PPKM Mikro di Bali, Warung-Mal Buka hingga Pukul 22.00 Wita

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 16:30 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)
Gubernur Bali I Wayan Koster (dok. detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster meneken aturan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di masa pandemi COVID-19 di Bali. Tempat usaha mulai dari warung hingga mal hanya boleh buka hingga pukul 22.00 Wita.

"Beberapa ketentuan dalam SE Nomor 8 Tahun 2021 masih sama dengan SE sebelumnya. Di antaranya kegiatan operasional warung makan dan pusat perbelanjaan yang masih diizinkan berlangsung sampai pukul 22.00 Wita dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (28/6/2021).

Aturan yang diterbitkan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Pramana mengatakan hal yang berbeda dari SE sebelumnya adalah ketentuan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan. Hasil negatif uji rapid test antigen sementara tidak berlaku bagi PPDN dengan transportasi udara.

Kemudian PPDN yang menggunakan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji rapid test antigen paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan. Sebelumnya surat keterangan berlaku paling lama 3x24 jam.

"Untuk menunjukkan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji rapid test antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan barcode/QR Code," tegasnya.

Pengguna transportasi udara juga tetap diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Anak di bawah usia lima tahun juga tetap tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau uji rapid test antigen.

"Edaran ini mulai berlaku pada hari Senin, tanggal 28 Juni 2021, sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut," terang mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Bali itu.

(nvl/nvl)