Menlu Akui Pengamanan Condy Berlebihan

Menlu Akui Pengamanan Condy Berlebihan

- detikNews
Senin, 20 Mar 2006 18:15 WIB
Jakarta - Menlu Hassan Wirajuda mengakui pengamanan Menlu AS Condoleezza Rice berlebihan. Apalagi Condy sampai membawa Marinir AS lengkap dengan senjata canggihnya ke Indonesia. Sebelumnya Polda Metro Jaya menyebut pengamanan Condy sesuai standar pengamanan tamu negara. "Terus terang saya sendiri kaget dan saya tidak sepakat, karena ini berlebihan," ujar Menlu dalam raker dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (20/3/2006).Menlu lalu mencontohkan kebijakan-kebijakan yang berlaku di negara lain terkait sistem pengamanan tamu negara. "Kalau di Autralia dan Jepang tegas-tegas tidak boleh bawa senjata dalam pengamanan. Mereka cuma modal tonjokan doang, tapi memang ada negara lain yang membolehkan," tutur Menlu.Menanggapi permintaan anggota FPG Yuddy Chrisnandy agar Deplu mengirimkan nota protes diplomatik kepada pemerintah AS, Menlu menyatakan, akan meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada Mabes TNI. "Kita akan minta klarifikasi apakah ada kebijakan Mabes soal pengamanan ini," kata dia.Menlu juga menyampaikan klarifikasi atas kekecewaan beberapa anggota Komisi I saat pertemuan dengan Condy di JCC. Pertemuan itu, imbuh Menlu, sepenuhnya merupakan tanggung jawab penyelenggara yaitu Indonesia Council on World Affairs (ICWA). Sementara saat membawakan acara posisi Dino Patti Djalal tidak mengatasnamakan kepresidenan."Kalau soal sesi tanya jawab yang membuat anggota dewan kecewa, Pak Dino sudah klarifikasi ke saya," katanya.Dalam klarifikasinya, Dino mengaku berusaha bersikap adil terhadap audiens yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang akan bertanya. Sama seperti audiens yang lainnya, anggota dewan juga sudah diberi kesempatan untuk bertanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads