Duo Fahri-Fadli Kompak Kritik Rektorat UI Panggil BEM: Malu!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 10:22 WIB
Fahri Hamzah dan Fadli Zon kunjungi Ahmad Dhani di Rutan Cipinang (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Fahri Hamzah dan Fadli Zon (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Rektorat Universitas Indonesia (UI) disorot publik lantaran memanggil pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM UI terkait postingan 'Jokowi The King of Lip Service' di media sosial. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah memberikan pandangan dengan kondisi kampus UI saat ini.

Fahri Hamzah merupakan alumni S-2 Fakultas Ekonomi UI yang aktif di kampus. Fahri Hamzah menyinggung kondisi rektorat UI yang kini dianggapnya bermental Orde Baru.

"Tahun 1994 aku dan teman2 mahasiswa wartawan koran kampus #WartaUI menulis headline 'Kritik Pembangunan Rektorat UI yg Megah'. Kami dipanggil dan Koran kami dibredel di era Orba. Tahun 1998 Orba tumbang. Rupanya mental orba pindah ke Rektorat UI mengancam mahasiswa. Malu ah!" kata Fahri di akun Twitter-nya, seperti dilihat detikcom, Senin (28/6/2021).

Mantan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 ini kemudian menjelaskan soal absolutisme. Hal itu, menurut Fahri Hamzah, merupakan kelemahan dari Orba.

"Semua kekuasaan absolut itu berbahaya. Bahkan dalam lembaga agama pun berbahaya. Maka agama menyadari kelemahan mental manusia ini. Maka manusia dibatasi. Bahkan nabi dibatasi. Jadi kelemahan Orba adalah absolutisme. Itu jangan ditiru apalagi dipuji. Jangan salah baca!" ujarnya.

Fahri Hamzah berharap tindakan rektorat UI memanggil BEM UI soal 'Jokowi The King of Lip Service' tak benar. Menurut Fahri, kampus adalah arena yang harus terlepas dari pengekangan.

"Semoga tindakan Rektorat UI tidak benar. Kampus harus menjadi sumber kebebasan. Masa depan kita adalah kebebasan. Meski pandemi membelenggu fisik kita, tapi jiwa dan pikiran harus merdeka. Kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus terlepas dari pengangkangan!" imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Partai Gerinda Fadli Zon juga melontarkan kritik terhadap rektorat UI yang memanggil BEM UI. Menurut Fadli, apa yang disampaikan BEM UI soal 'Jokowi The King of Lip Service' diuji secara akademik.

"Sbg alumni UI, sy mengecam sikap Rektorat @univ_indonesia yg cenderung membungkam kebebasan berekspresi @BEMUI_Official. UI harusnya mengkaji n mendalami apa yg disampaikan BEM UI secara akademik. Coba masuk ke substansi n argumentasi. Sungguh memalukan pakai 'panggilan' segala," ujar Fadli di akun Twitter-nya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Didukung Jadi KSP, Fahri Hamzah: Saya Pilih Jadi Rakyat':

[Gambas:Video 20detik]