PPP soal Poster Jokowi 'The King of Lip Service': Kritik Harus Akurat

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 20:01 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi, menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan Tema Potensi Golput di Pemilu 2019 di Media Center MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (18/2/2019).
Achmad Baidowi (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia mengkritik Presiden Jokowi dengan poster 'The King of Lip Service'. PPP menilai sebaiknya kritik harus disampaikan dengan akurat.

"Sebagai bagian dari penyampaian kritik biasa saja. Namun, menyampaikan kritik harus akurat," kata Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi (Awiek), kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Awiek mengatakan terkait tes wawasan kebangsaan pegawai (TWK), KPK memiliki kewenangan sendiri yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Lagipula menurutnya, langkah pimpinan KPK itu sudah diputuskan oleh MA.

"Misalnya terkait pegawai KPK, sebagai lembaga independen KPK punya kewenangan sendiri yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Apalagi terbukti ada putusan MA yang menguatkan langkah pimpinan KPK ketika ada yang menggugat secara hukum. Nah sesuatu yang sudah jelas ada jalur penyelesaiannya tidak perlu ditarik-tarik politik interest," ujarnya.

Awiek menilai apa yang disampaikan Jokowi soal pemberhentian pegawai KPK sudah benar. Namun, hal itu tidak bisa menjadi keputusan karena ada aspek lain yang harus dilewati.

"Ketika MA menegaskan bahwa TWK yang diatur Kemenpan-RB adalah konstitusional. Terkait statement Jokowi sudah benar bahwa jangan langsung hasil TWK dijadikan alasan untuk mengamputasi hak orang. Tapi juga bisa dipadukan dengan nilai-nilai lainnya," ucapnya.

Sebelumnya, poster BEM UI soal Jokowi itu disampaikan BEM UI lewat akun Twitternya, @BEMUI_Official pada Sabtu (26/6/2021). Dalam cuitannya, BEM UI mengunggah foto Jokowi yang sudah diedit dengan background gambar bibir lengkap dengan mahkota raja.

"JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE," tulis BEM UI dalam caption unggah tersebut.

BEM UI menilai Jokowi kerap mengobral janji manis. Namun, menurutnya, janji Jokowi seringkali tak selaras dengan kenyataan.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," ungkapnya.

Tanggapan Jubir Presiden

Juru bicara (jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman turut merespons kritik tersebut. Dia menyebut segala aktivitas kemahasiswaan merupakan tanggung jawab pimpinan UI.

"Segala aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia termasuk BEM UI menjadi tanggungjawab Pimpinan Universitas Indonesia," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Minggu (27/6/2021).

Simak video 'Jokowi Sidak PPKM Mikro di Cempaka Putih!'

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)